9 Safar 1443  |  Jumat 17 September 2021

basmalah.png

Setelah Hagia Sophia, Museum Kariye Bekas Gereja akan Diubah Jadi Masjid

Setelah Hagia Sophia, Museum Kariye Bekas Gereja akan Diubah Jadi Masjid

Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali memerintahkan agar bangunan bekas gereja Ortodoks difungsikan menjadi masjid. Kali ini bangunan tersebut yakni Museum Kariye.

Perintah untuk mengubah status bangunan di Kota Istanbul itu dikeluarkan Jumat (21/8/2020). Rencana perubahan status Museum Kariye ini dikeluarkan hanya sebulan setelah Hagia Sophia, situs Warisan Dunia UNESCO, difungsikan kembali menjadi masjid.

Sejarah Museum Kariye sangat mirip dengan Hagia Sophia yang dulunya merupakan gereja Ortodoks peninggalan masa Bizantium. Bangunan berusia 1.000 tahun ini semula merupakan Gereja Holy Saviour in Chora yang juga peninggalan masa keemasan Bizantium di abad pertengahan. Bangunan dihiasi dengan lukisan dinding Penghakiman Terakhir abad ke-14.

Gereja Holy Saviour in Chora diubah menjadi Masjid Kariye sekitar 50 tahun setelah penaklukan Konstantinopel oleh Turki Utsmani pada 1453. Setelah Perang Dunia II, Masjid Kariye diubah menjadi Museum Kariye demi mendorong terciptanya republik baru sekuler dan menghilangkan jejak kekhalifahan Utsmani oleh Mustafa Kemal Attaturk.

Sekelompok sejarawan seni dari Amerika Serikat membantu memulihkan kembali mosaik gereja dan membukanya untuk umum pada 1958. Pengadilan administrasi tertinggi Turki sudah menyetujui konversi Museum Kariye menjadi masjid pada November lalu.

Berdasarkan pemantauan AFP, tak lama setelah Erdogan mengeluarkan keputusan, Museum Kariye tetap dibuka untuk pengunjung umum. Ini berbeda dengan Hagia Sophia yang ditutup sementara untuk proses penyesuaian konversi menjadi masjid. [yy/iNews]