14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Anti-Muslim di Siprus Yunani Kian Melonjak

Anti-Muslim di Siprus Yunani Kian Melonjak

Fiqhislam.com - Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) mengutuk kejadian dikibarkannya bendera Byzantium di sebuah masjid di Kota Larnaca, Siprus Yunani. Dalam cuitannya di Twitter, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay menyebut Pemerintah Yunani harus berhenti mendorong kegiatan anti-Turki dan Islamofobia. 

"Pemerintah Yunani harus berhenti mendorong kegiatan anti-Turki dan Islamofobia yang sedang dikipasi beberapa kekuatan gelap di selatan pulau. Mereka juga harus mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri penyakit mental ini," tulis Fuat Oktay dalam cuitannya dikutip di Daily Sabah, Senin (8/6).  

Sementara itu, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (Partai AK) yang berkuasa, Omer Celik, dalam unggahan Twitter-nya juga mengutuk keras tindakan pengibaran bendera Byzantium di masjid di Desa Tuzla, Siprus Selatan. Pemerintah Yunani diminta segera menghentikan permusuhan terhadap Islam.  

"Mereka yang mempromosikan Islamofobia akan segera menghadapi masalah yang disebabkan fasis yang mereka lindungi," katanya menambahkan.  

Atas upaya tindakan pembakaran sebuah masjid di Siprus Yunani, Presiden TRNC Mustafa Akıncı mendesak Pemerintah Siprus Yunani tidak membiarkan tindakan keji ini dibiarkan begitu saja. Dia meyakini ada seseorang yang berusaha melakukan provokasi.  

"Setelah upaya pembakaran masjid di Limassol, tindakan ini tidak boleh diremehkan. Pemerintah Yunani harus mengejar orang-orang yang melakukannya," katanya dalam sebuah pernyataan.  

Pekan lalu Masjid Koprulu Hach Ibrahim Aga di Kota Limassol diserang dengan bom molotov oleh orang tak dikenal. Perdana Menteri TRNC Ersin Tatar meminta Pemerintah Siprus Yunani membuat kebijakan untuk menghentikan kegiatan anti-Islam. 

Otoritas religius tertinggi TRNC mengatakan, dia merasa sedih dengan berita itu. Dia juga meminta uskup agung untuk menjelaskan masalah ini.

Setidaknya tiga bom bensin dilemparkan ke masjid pada hari Senin (1/6). Ersin Tatar lantas menyebut pemerintah dan publik Siprus Yunani harus tahu bahwa pendekatan rasis dan Islamofobia tidak akan membawa kebaikan.  

"Kami sedih melihat bahkan dengan adanya pandemi (virus corona), ada beberapa orang di Siprus Yunani yang menunggu kesempatan untuk menyerang orang asing, khususnya Muslim, dan tempat-tempat sholat mereka," kata Tatar. [yy/republika]