16 Jumadil-Akhir 1443  |  Rabu 19 Januari 2022

basmalah.png

DUNIA ISLAM

Malaysia Gelar Shalat Hajat Minta Dilindungi dari Corona

Malaysia Gelar Shalat Hajat Minta Dilindungi dari CoronaFiqhislam.com - Masjid-masjid di Johor dan Terengganu di Malaysia dilaporkan akan mengadakan shalat hajat dalam rangka meminta kepada Allah agar negara itu dilindungi dari wabah Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) atau virus corona.

Di Johor, 913 masjid di negara bagian itu telah diperintahkan melaksanakan shalat hajat kembali setelah shalat Jumat pada 31 Januari mendatang.

Direktur Departemen Agama Islam Johor (JAINJ), Datuk Md Rofiki Shamsudin, mengatakan sebelumnya masjid-masjid itu juga melaksanakan shalat hajat setelah shalat Jumat pada 17 Januari lalu.



"Masyarakat juga dianjurkan berdoa memohon perlindungan Allah terhadap segala epidemi dan  penyakit menular, seperti influenza dan virus corona. Jika memungkinkan, mereka harus melafalkan doa untuk tujuan tersebut sebanyak tiga kali setelah shalat magrib," kata Shamsudin, dilansir di Bernama, Senin (27/1).

Di Terengganu shalat hajat akan dilakukan untuk tujuan meminta perlindungan dari virus corona di semua masjid setelah shalat maghrib hari ini, Senin (27/1). Menteri Besar Datuk Seri Dr Ahmad Samsuri Mokhtar juga menganjurkan masyarakat di negara bagian ini mengambil tindakan pencegahan dan kewaspadaan yang tepat.

Di samping itu, masyarakat juga diimbau menjaga tingkat kebersihan pribadi guna menghindari infeksi oleh penyakit. Sejauh ini, empat warga negara China yang mengunjungi Malaysia telah dipastikan terinfeksi oleh virus tersebut.

"Semoga Allah SWT melindungi kita  semua," katanya dalam sebuah pernyataan. [yy/republika]

Malaysia Gelar Shalat Hajat Minta Dilindungi dari CoronaFiqhislam.com - Masjid-masjid di Johor dan Terengganu di Malaysia dilaporkan akan mengadakan shalat hajat dalam rangka meminta kepada Allah agar negara itu dilindungi dari wabah Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) atau virus corona.

Di Johor, 913 masjid di negara bagian itu telah diperintahkan melaksanakan shalat hajat kembali setelah shalat Jumat pada 31 Januari mendatang.

Direktur Departemen Agama Islam Johor (JAINJ), Datuk Md Rofiki Shamsudin, mengatakan sebelumnya masjid-masjid itu juga melaksanakan shalat hajat setelah shalat Jumat pada 17 Januari lalu.



"Masyarakat juga dianjurkan berdoa memohon perlindungan Allah terhadap segala epidemi dan  penyakit menular, seperti influenza dan virus corona. Jika memungkinkan, mereka harus melafalkan doa untuk tujuan tersebut sebanyak tiga kali setelah shalat magrib," kata Shamsudin, dilansir di Bernama, Senin (27/1).

Di Terengganu shalat hajat akan dilakukan untuk tujuan meminta perlindungan dari virus corona di semua masjid setelah shalat maghrib hari ini, Senin (27/1). Menteri Besar Datuk Seri Dr Ahmad Samsuri Mokhtar juga menganjurkan masyarakat di negara bagian ini mengambil tindakan pencegahan dan kewaspadaan yang tepat.

Di samping itu, masyarakat juga diimbau menjaga tingkat kebersihan pribadi guna menghindari infeksi oleh penyakit. Sejauh ini, empat warga negara China yang mengunjungi Malaysia telah dipastikan terinfeksi oleh virus tersebut.

"Semoga Allah SWT melindungi kita  semua," katanya dalam sebuah pernyataan. [yy/republika]

Korban Jiwa Akibat Virus Corona di China Bertambah Jadi 80 Orang

Korban Jiwa Akibat Virus Corona di China Bertambah Jadi 80 Orang


Fiqhislam.com - Korban jiwa akibat virus corona di China terus bertambah. Otoritas China mengatakan korban tewas melonjak menjadi 80 usai 24 orang kembali meninggal di Hubei.

Dilansir dari AFP, Senin (27/1/2020), saat ini total kasus virus corona yang terkonfirmasi naik tajam menjadi 2.744. Berdasarkan perhitungan nasional, jumlah orang yang terinfeksi meningkat 769. 461 di antaranya berada dalam kondisi serius.

Sementara, untuk saat ini belum ada kematian yang dikonfirmasi berasal dari luar Hubei.

China sendiri telah mengisolasi Hubei. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona di China.

Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat imbas dari teror virus corona berjumlah 56 orang. Virus ini mulanya berasal dari Wuhan, Hubei dan kemudian merebak ke wilayah China lainnya. Pemerintah China menyebut situasi ini begitu genting dan membatasi semua perjalanan. [yy/news.detik]

Antisipasi Virus Corona, Masjid Putrajaya Ditutup

Antisipasi Virus Corona, Masjid Putrajaya Ditutup


Fiqhislam.com - Wabah virus corona telah menjadi pusat perhatian berbagai pihak. Bahkan, masjid di Malaysia pun menutup pintunya bagi pengunjung lantaran wabah Novel Coronavirus 2019 (2019 nCoV) yang merebak pertama kali di China ini.

Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia ditutup bagi pengunjung, terutama non-Muslim,  sejak Ahad (26/1) pukul 14.00 waktu setempat. Penutupan berlaku hingga ada pemberitahuan selanjutnya. Juru bicara untuk pengelola masjid, saat dihubungi Bernama, mengatakan bangunan Masjid Putra hanya akan dibuka untuk shalat.

Para pengunjung hanya akan diizinkan untuk mengambil foto di luar bangunan masjid (sebelum pos penjagaan). Berdasarkan pengamatan oleh Bernama, Senin (27/1), area di sekitar Masjid Putra dan Dataran Putra ramai dengan pengunjung. Banyak pengunjung memanfaatkan akhir pekan bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek untuk mengunjungi lokasi tersebut.

Sementara itu, sejauh ini empat warga negara China yang mengunjungi Malaysia dilaporkan telah dipastikan terinfeksi virus corona. Sejauh ini, virus corona yang baru ditemukan pada Desember lalu di kota Wuhan, China telah menewaskan 80 orang di China daratan. [yy/republika]