10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

5 Fakta Tentang Klub Malam 'Halal' di Saudi

5 Fakta Tentang Klub Malam 'Halal' di Saudi


Fiqhislam.com - Publik Arab Saudi dan internasional dihebohkan dengan pembukaan klub malam halal di negara itu. Terletak di tepi laut Kota Jeddah, klub bernama White itu mulai dibuka pada Kamis (13/6/2019) malam.

Namun pembukaan tempat hiburan malam yang menjadi cabang dari White di Beirut, Lebanon, dan Dubai, Uni Emirat Arab, mengundang kontroversi.

Otoritas yang mengatur tempat hiburan di Arab Saudi, General Entertainment Authority (GEA), mengecam acara pembukaan dengan alasan menyalahi izin. GEA juga menepis memberikan lampu hijau kepada pengelola untuk menggelar acara pembukaan bertajuk Project X.

Dalam posting-an di akun Twitter resmi, GEA menyatakan telah membuka penyelidikan terkait video yang beredar di media sosial di mana banyak orang melantai di dalam klub mewah tersebut.

"Menurut informasi yang diberikan kepada GEA, acara (Project X) melanggar prosedur hukum dan aturan yang berlaku, serta belum mendapat izin dari lembaga," bunyi pernyataan, dikutip dari Al Jazeera.

Disebutkan, GEA awalnya memberi izin untuk acara lain, namun penyelenggara mengambil keuntungan dari izin tersebut dengan menyalahgunakannya untuk melakukan pelanggaran serius yang tak dapat diterima.

Bahkan, klub mengundang penyanyi Amerika Serikat (AS) yang populer dengan lagu 'Closer' dan 'Miss Independent', Ne-yo, meskipun batal tampil.

Ne-Yo pun meminta maaf kepada para penggemarnya di Saudi dalam posting-an Instagram.

"Permintaan maaf kepada warga Jeddah. Dalam perjalanan ke lokasi, saya diberitahu bahwa tempat itu telah ditutup. Kami akan mencobanya lagi di lain waktu," katanya.

Berikut beberapa fakta mengenai klub malam White di Jeddah:

1. Klub malam White buka dari pukul 22.00 - 03.00.

Dalam keterangan di akun Facebook resmi White, klub malam itu buka dari pukul 22.00-03.00 waktu setempat. Namun belum diketahui kelanjutan dari pengumuman ini setelah GEA menggelar penyelidikan.

2. Pengunjung dikenai tiket hingga Rp3,8 juta

Setiap pengunjung dikenakan tarif masuk 500-1.000 riyal sekitar Rp1,9 juta sampai Rp3,8 juta (kurs 1 riyal=Rp3.754). Seperti klub malam lain, kalangan berusia di bawah 18 tahun tidak boleh masuk.

3. Tak menjual minuman beralkohol

Arab Saudi merupakan negara yang sangat ketat dalam menegakkan syariat Islam. White dianggap sebagai klub halal, salah satunya karena tidak menjual minuman beralkohol. Meski demikian pengelola tetap menghadirkan musik hidup, DJ, serta fasilitas dansa. Selain itu tidak boleh ada pengambilan foto di dalamnya.

4. White dioperasikan perusahaan berbasis di Dubai

White merupakan salah satu tempat hiburan yang dioperasikan perusahaan yang berbasis di Dubai, UEA, Addmind Hospitality Group. Perusahaan ini juga memiliki restoran dan lounge Indie, dapur Italia Matto, lounge di rooftop Iris, klub pantai Drai, dan beberapa tempat hiburan lainnya.

5. Klub Malam dengan Status Izin Kafe

CEO Addmind Hospitality Group Tony Habre mengatakan kepada Arabian Business pada April 2019 bahwa White dibuka sebagai kafe.

Menururt dia, Addmind dalam tahap penyelesaian membuat versi kafe dari lounge Iris di Jeddah. Kafe akan menghidangkan sarapan, makan siang, dan makan malam, di samping menyajikan musik.

"Pasar Saudi akan senang karena penduduk lokalnya sering keluar," kata dia, saat itu. [yy/republika]

 

Tags: Klub Malam | Jeddah