20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
DUNIA ISLAM

Liga Dunia Islam: Tuduhan ke Saudi Ancam Stabilitas Global

Liga Dunia Islam: Tuduhan ke Saudi Ancam Stabilitas Global


Fiqhislam.com - Liga Dunia Islam mengecam sanksi ekonomi dan tekanan politik serta tuduhan palsu tidak mendasar terhadap Arab Saudi. Kecaman dari Liga Dunia Islam tersebut disampaikan sekretaris jenderalnya, yang juga Ketua Dewan Ulama Internasional, Dr. Mohammed bin abdul Karim al-Esa, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (16/10).

Al-Esa menyatakan, Liga Dunia Islam menegaskan, kedudukan Arab Saudi penting di dunia Arab dan Islam karena ia memainkan peranan sentral dan bersejarah dalam mewujudkan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan Arab serta dunia.

Arab Saudi juga menjadi pelopor terdepan dalam memerangi ekstremisme dan terorisme serta menguatkan kerja sama ekonomi dan menjaga perdamaian juga stabilitas kawasan Arab dan dunia.

"Sejarah Arab Saudi dalam perdamaian dan kerja sama antarbangsa semakin menguatkan kepemimpinannya. Memprovokasi Saudi sama dengan memprovokasi satu miliar umat Islam di seluruh dunia," katanya.

Dia menambahkan bahwa tuduhan terhadap Saudi saat ini sudah sampai pada tingkat mengancam stabilitas politik dan ekonomi internasional.

Liga Dunia Islam mendukung penuh Pemerintah Arab Saudi dan Raja Salman Bin Abdul Aziz serta putra mahkota sebagai penjaga dua masjid suci, yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Sebelumnya, Reuters melaporkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam hukuman berat untuk Riyadh jika ternyata Jamal Khashoggi, wartawan berkewarganegaraan Saudi, tewas di konsulat Saudi di Instanbul, seperti yang dituduhkan pejabat Turki.

Arab Saudi membantah tuduhan itu dan pada Ahad memperingatkan akan membalas sanksi apa pun dengan gerakan lebih besar.

Sejumlah besar bankir dan pengulas mengatakan, masalah Khashoggi memicu persepsi risiko politik di Arab Saudi. Hilangnya wartawan tersebut menjadi hal terbaru dalam serangkaian peristiwa tidak terduga selama tiga tahun belakangan.

Selama masa itu, Arab Saudi melancarkan perang di Yaman, memberlakukan embargo terhadap Qatar, menangkap puluhan pejabat tinggi dan pengusaha dalam pembersihan korupsi, serta menahan pegiat hak perempuan. Selain itu, ketegangan dengan Kanada serta Jerman meningkat. [yy/republika]