12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Darsalamy, Desa Para Pendoa

Darsalamy, Desa Para Pendoa

Fiqhislam.com - Tak hanya Birni Gazargamu,  Kota Kano pun pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam di Nigeria. Islam di Kano dipopulerkan oleh guru-guru dan pedagang Wangara, yaitu sebuah komunitas Islam Afrika Barat selama abad ke-14.

Selama pemerintahan Raja Muhammad Rumfa pada 1463 hingga 1699, Kano bahkan kerap menjadi tujuan para pelajar dan cendekiawan, baik dari dalam maupun luar Nigeria. Ahli hukum dari Aljazair, Muhammad al-Maghli, diketahui pernah menimba ilmu di Kano.

Beranjak ke arah barat dari Nigeria, terdapat pusaran peradaban Islam lainnya, yakni Burkina Faso. Di negeri ini, para ulama Wangara membangun sebuah desa yang diberi nama Darsalamy pada abad ke-18. Dalam bahasa Arab, Darsalamy bermakna tempat tinggal yang damai.

Darsalamy dikenal sebagai desa para pelajar sekaligus desa para pendoa. Segala tradisi yang hidup di desa ini terinspirasi dari ajaran dan kehidupan cendekiawan Mali, al-Hajj Salim Suwari.

Wilayah bagian selatan Afrika Barat pun tak luput dari jejak peradaban Islam. Sebut saja, misalnya, Salaga, salah satu kota di Ghana yang dijuluki sebagai ''Timbuktu dari Selatan''. Dijuluki demikian karena Salaga dan Timbuktu sama-sama tersohor karena keberadaan para pedagang dan cendekiawannya.

Salah satu tokoh tersohor di kota itu yang hidup pada abad ke-19 adalah cendekiawan keturunan Nigeria, al-Hajj Umar, yang merupakan pendiri beberapa sekolah di Salaga. Al-hajj Umar menguasai dengan sangat baik ilmu filsafat Yunani dan sastra Arab.

Selain berkontribusi dalam membangun Salaga sebagai pusat pembelajaran Islam, al-Hajj Umar juga berperan penting dalam membentuk Kota Kete Krachi sebagai salah satu sentra keilmuan di Ghana. Pantai Gading yang berbatasan dengan Ghana juga menjadi rumah bagi pusat perdagangan dan peradaban Islam. Aktivitas keilmuan di Pantai Gading terpusat di dua wilayah, yakni Bondouku dan Kong.

Selain memiliki peradaban yang maju karena menjadi lokasi pusat perdagangan emas dan kacang kola, kedua kota ini juga dikenal sebagai pusat pembelajaran mazhab Maliki. Patut dicatat, mayoritas cendekiawan Muslim di Afrika Barat merupakan penganut mazhab Maliki. [yy/republika]