23 Dzulhijjah 1442  |  Senin 02 Agustus 2021

basmalah.png

Netanyahu Cabut Pernyataan, “Nazi Bertanggungjawab atas Holocaust, Bukan Mufti Muslim”

Netanyahu Cabut Pernyataan, “Nazi Bertanggungjawab atas Holocaust, Bukan Mufti Muslim”

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya mengoreksi pernyataan kontroversialnya soal Holocaust. Ia mengatakan tak pernah bermaksud mengklaim bahwa seorang pemimpin Muslim mempengaruhi Adolf Hitler untuk mengadopsi Solusi Akhir (Final Solution) yang berujung pembantaian jutaan orang Yahudi di Eropa.

Lewat status Facebook yang di-posting pada Jumat lalu, membuat klarifikasi atas pernyataannya terkait pertemuan antara Hitler dan Mufti Yerusalem, Haji Amin al-Husseini.

“Berlawanan dengan kesan yang ditimbulkan, saya tidak bermaksud mengklaim bahwa pembicaraannya (Mufti) dengan Hitler pada 1941, Mufti meyakinkannya untuk mengadopsi Final Solution. Nazi memutuskan itu sendiri,” kata Netanyahu.

Isu soal klaim Netanyahu mengenai Holocaust mencuat pada 21 Oktober, ketika ia menyatakan bahwa Holocaust bukanlah ide Hitler, melainkan ide seorang Mufti Yerusalem.

"Hitler tidak ingin memusnahkan orang-orang Yahudi pada saat itu, dia ingin mengusir orang-orang Yahudi," kata Netanyahu dalam pidato. "Dan Amin al-Husseini datang ke Hitler dan berkata, 'Jika Anda mengusir mereka, mereka semua akan datang ke sini'."

"'Lalu apa yang harus saya lakukan pada mereka?' tanya Hitler, 'Bakar mereka.'"

Pernyataan Netanyahu sontak menuai kritik, sebab tak ada rekaman video, audio, bahkan transkrip sejarah yang bisa secara definitif membuktikan ucapan Netanyahu soal percakapan antara Hitler dan Husseini--yang hingga kini masih menjadi figur dihormati di Palestina. Banyak ahli sejarah mencatat setidaknya 6 juta orang Yahudi terbunuh dalam Holocaust.

Dan akibatnya, Netanyahu pun menjadi bulan-bulanan di internet.

Di statusnya pad Jumat, Netanyahu mengatakan Nazi Jerman menganggap Husseini sebagai “kolaborator”, namun Hitler dan Nazi-lah yang “bertanggung jawab atas pembunuhan 6 juta orang Yahudi.”

“Saya tidak bermaksud membebaskan Hitler dengan cara apapun atas tanggung jawab terhadap Holocaust,” ujar Netanyahu.

“Keputusan untuk mengubah kebijakan pengusiran orang Yahudi menjadi Final Solution dibuat oleh Nazi dan tidak bergantung pada pengaruh dari luar. Nazi melihat Mufti sebagai kolaborator, namun mereka tak butuh dia untuk memutuskan pemusnahan sistematis orang Yahudi-Eropa, yang dimulai pada Juni 1941.”

Netanyahu juga menuduh Mufti Husseini mendukung “tujuan Nazi untuk memusnahkan orang Yahudi.”

"Dia melakukan aktivitasnya dari Berlin selama perang, menyebarkan propaganda anti-Semit jahat atas nama Nazi, merekrut Muslim ke SS (tentara Nazi), menuntut bahwa setelah menaklukkan Timur Tengah Nazi menghancurkan rumah nasional Yahudi dan menentang keras emigrasi Yahudi—-bahkan anak-anak—-dari neraka Nazi, tahu benar bahwa ini akan menentukan nasib mereka," kata Netanyahu.

“Pernyataan saya dimaksudkan untuk mengilustrasikan pendekatan berbahaya oleh Mufti terhadap orang Yahudi ketika berhubungan dengan Nazi. Berlawanan dengan kesan yang timbul, saya tidak bermaksud bahwa dalam pembicaraannya dengan Hitler pada November 1941 Mufti meyakinkannya (Hitler) untuk mengadopsi Final Solution. Nazi memutuskan itu sendiri,” menurut Netanyahu. [yy/atjehcyber]