10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

Calon Presiden Prancis Anti-Islam, Le Pen: 2017, Tahun Kebangkitan Eropa

Calon Presiden Prancis Anti-Islam, Le Pen: 2017, Tahun Kebangkitan Eropa


Fiqhislam.com - Kandidat presiden Prancis Marine Le Pen mengatakan tahun 2016 merupakan tahun kebangkitan dunia Anglo-Saxon. Dan ia menyakini warga Benua Eropa bangkit tahun 2017.

"Tidak ada adalagi pertanyaan tentang jika, melainkan kapan," kata Le Pen dalam konferensi partai  kanan-jauh Eropa yang berlangsung di Koblenz, Jerman, 21 Januari 2017.

Le Pen mengatakan keyakinannya itu berdasarkan situasi politik yang terjadi di Amerika Serikat,Inggris, dan Jerman tentang menguatnya dukungan bagi partai-partai antiimgran dan anti-Islam. Le Pen menyebut indikasinya nyata di Inggris dengan menangnya kelompok yang ingin Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit), kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, dan jumlah dukungan terhadap Kanselir Jerman Angela Merkel yang merosot tajam.

"Kami sedang merasakan akhir dari satu sisi dunia dan kelahiran dari sisi yang lain. Kami tengah merasakan kembalinya negara-negara bangsa," kata Le Pen, mengutip Independent, 22 Januari 2017.

Pendiri Partai untuk Merdeka Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders, dalam konferensi itu mengamini ucapan Le Pen. "Kemarin, Amerika baru. Hari ini, helo Koblenz Eropa baru. Masyarakat Barat sedang bangkit," kata Wilders.

Konferensi yang berhasil sehari setelah pelantikan Donadl Trump sebagai presiden Amerika Serikat, diwarnai dengan aksi demo dari para aktivis Avaaz internasional. Mereka meletakkan patung pemimpin Nazi, Adolf Hitler, Benito Mussolini dan Josef Stalin di depan patung Kaisar Jerman Wilhelm.

Pascal Vollenweider, aktivis Avaaz, mengatakan patung-patung para diktator itu membawa pesan yang sangat kuat kepada para politisi nasionalis yang mengikuti konferensi, yakni warga dunia menolak ide usang mereka yang berbahaya. "Orang-orang ini membawa ide usang, ide fasis berbahaya," ujarnya. [yy/tempo]