25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

Senator AS Ajukan RUU Yerusalem

Senator AS Ajukan RUU Yerusalem


Fiqhislam.com - Tiga senator dari Partai Republik mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota resmi Israel dan memindahkan Kedutaan Besar Amerika (AS) untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Rencana tersebut didukung oleh presiden terpilih AS Donald Trump.

Ketiga senator yang memperkenalkan undang-undang untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota resmi Israel atau Recognition Act, antara lain Ted Cruz dari Texas, Dean Heller dari Nevada, dan Marco Rubio dari Florida.

Senator Ted Cruz mengatakan, Yerusalem merupakan ibu kota abadi yang tak terpisahkan dari Israel. "Namun, sayangnya pemerintahan Obama melawan Negara Yahudi," kata dia seperti dilansir the Guardian, Rabu, (4/1).

Namun, menurut dia, sekarang saatnya untuk melaksanakan janji yang dulu diingkari, yakni memindahkan Kedutaan Besar Israel ke Yerusalem. Padahal, ini yang harus dilakukan sejak 1995.

"Sekarang saatnya memindahkan kedutaan besar kita dari Tel Aviv ke ibu kota Israel, yakni Kota Yerusalem secara resmi. Yerusalem merupakan kota abadi sekutu terbesar kita Israel," kata Cruz.

Senator Dean Heller mengatakan, dana dari sejumlah kementerian akan ditahan dulu sampai Kedutaan Besar Amerika dipindahkan ke Yerusalem. "Selama empat tahun saya selalu mengampanyekan untuk memberikan dukungan yang kuat kepada sekutu kita mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak terpisahkan."

Ini merupakan bentuk penghormatan Amerika untuk memenuhi janji dua dekade lalu mengakui, Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Meskipun pemerintahan di Amerika datang dan pergi silih berganti, hubungan dengan sekutu terkuat di Timur Tengah, Israel terus berlangsung.

Senator Marco Rubio dari Florida mengatakan, Yerusalem merupakan ibu kota abadi Israel. Ini saatnya memindahkan Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem yang merupakan kota di mana kedutaan berada.

"Sekarang saatnya bagi Konggres dan presiden terpilih Amerika untuk menghilangkan berbagai halangan yang menyebabkan tertundanya pemindahan Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem. Pemindahan kedutaan besar kita ke Yerusalem telah tertunda selama dua dekade," kata Rubio.

Selama ini Rubio berkali-kali berjanji akan mendukung negara Yahudi saat pemilihan. "Yerusalem merupakan tempat di mana seharusnya Kedutaan Besar AS berada."

Kedutaan Besar AS di Israel berada di Jalan Hayarkon di Tel Aviv selama setengah abad. Kementerian Luar Negeri AS menunda status kepemilikan Yerusalem sampai adanya pembicaraan final antara Israel dan Palestina.

Pejabat senior Palestina sekaligus negosiator perdamaian Saeb Erekat mengatakan, meskipun Kongres AS meloloskan undang-undang untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem namun Presiden AS selalu menggunakan surat pernyataan melepaskan tuntutan selama enam bulan untuk mencegah pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

"Biasanya mereka menggunakan alasan karena kepentingan terhadap keamanan nasional," ujarnya.

Erekat juga mengingatkan, pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem akan menghancurkan seluruh upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.

"Jika Anda tetap nekad memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem, Anda sama saja menyerukan terjadinya kerusuhan, tindakan melanggar hukum, dan ekstremisme," kata Saeb.

Menurut seorang pejabat Palestina, pejabat AS menyatakan, menantu Trump, Jared Kushner dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman merupakan orang-orang yang jadi penasihat Trump soal isu Israel-Palestina. Keduanya pencari dana untuk pembangunan permukiman Israel di tanah Palestina.

Pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem akan menimbulkan kekerasan baru antara Israel dan Palestina. Padahal, kekerasan di antara keduanya masih sering terjadi.

Trump pernah menyatakan akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem kepada American Israel Public Affairs Commitee (AIPAC). Ia mengatakan, pihaknya akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke ibu kota abadi umat Yahudi, Yerusalem. "Kami akan mengirimkan sinyal yang jelas."

Tim kepresiden Trump juga menunjukkan tanda-tanda mereka akan mendukung kebijakan tersebut dan berkomitmen akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Namun, hingga saat ini tim Trump belum menyebutkan kapan pemindahan dilakukan.

Manajer Kampanye dan calon penasihat Donald Trump di Gedung Putih Kellyanne Conway mengatakan, pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem merupakan prioritas Trump. "Ini merupakan prioritas besarnya," kata dia, seperti dilansir Times of Israel.

Calon duta besar AS untuk Israel David Friedman mengatakan, ia sangat mengharapkan untuk diberi tugas ke Yerusalem. "Pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem merupakan langkah maju menuju perdamaian dan ini seharusnya terjadi sejak dulu."

Mantan duta besar AS untuk Israel Dan Kurtzer mengatakan, presiden belum disumpah. "Menteri Luar Negeri juga belum menyatakan soal pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Tapi, Friedman malah sudah berkoar-koar untuk mengubah kebijakan luar negeri, ini keterlaluan."

Sejumlah pihak mengkritik rencana pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Pemindahaan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem hanya akan menimbulkan gelombang kekerasan antara Palestina dan Israel. Selain itu, juga menghancurkan proses perdamaian dan masa depan solusi dua negara yang dikenal sebagai two state solution.

Pemindahan Kedutaan Besar AS membuat aktivis Liberal dan Demokrat di Kongres AS merasa gerah. Mereka takut pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem akan mempersulit Amerika untuk bekerja sama dengan Palestina dan negara-negara Arab lainnya untuk membuat perjanjian damai Israel-Palestina. Pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem malah memanaskan situasi di Timur Tengah. [yy/republika]

 

Tags: Yerusalem | israel | aqsha