22 Jumadil-Akhir 1443  |  Selasa 25 Januari 2022

basmalah.png
DUNIA ISLAM

Jamaah Haji Iran Kutuk Khamenei || Saudi Balas Kritikan Iran dengan Ketertiban Pelaksanaan Haji

Jamaah Haji Iran Kutuk Khamenei

Jamaah Haji Iran Kutuk Khamenei || Saudi Balas Kritikan Iran dengan Ketertiban Pelaksanaan Haji


Fiqhislam.com - Sejumlah jamaah Iran mengecam klaim palsu dan aksi provokasi pemimpin spiritual Iran, Ali Khamanei. Para jamaah haji asal Iran itu datang dari negara lain untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Para jamaah haji dengan suara bulat memuji upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan keselamatan tingkat maksimum dan kenyamanan untuk semua tamu Allah tanpa kesenjangan. "Setiap kali saya menunaikan ibadah haji, saya melihat proyek-proyek baru yang diterapkan oleh pemerintah untuk kesejahteraan jamaah," kata seorang jamaah haji asal Iran yang berulang kali menunaikan ibadah haji dikutip dari Al Arabiya, Kamis (15/9/2016).

Abdul Salam Mohammed Ali, yang tinggal di luar Iran, mengatakan bahwa proyek yang dilaksanakan untuk kenyamanan jamaah tidak dapat diabaikan. Sedangkan jamaah haji Iran yang tinggal Amerika Serikat (AS), Ali Nadri mengatakan cukup senang melihat proyek-proyek pembangunan di Makkah dan tempat suci. Nadri mengatakan proyek pembangunan contoh hidup dari usaha keras Kerajaan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para tamu Allah.

Sementara itu Diauddin Sadr Al-Ashrafi, seorang warga Iran yang melakukan haji untuk pertama kalinya, mengaku senang berada di antara jutaan jamaah haji yang datang untuk haji dari berbagai belahan dunia. "Upaya Arab Saudi untuk membuat perjalan haji nyaman cukup untuk membalas tuduhan palsu yang dibuat terhadap itu oleh pemerintah Iran," katanya.

Ashrafi mengatakan provokasi oleh Khamenei terhadap Kerajaan bertujuan menciptakan kekacauan di antara para tamu Allah dan merusak ibadah haji mereka. Nasser Al-Balushi, yang melakukan haji untuk pertama kalinya, kata dia terkesan dengan layanan sempurna Kerajaan diperpanjang untuk peziarah. "Layanan ini cukup membalas rekayasa dari rezim Iran," katanya, mengungkapkan kepuasan atas apa yang telah ia lihat dan alami.

Jamal Boukarim, seorang wartawan Iran yang tinggal di Kurdistan, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahtamahan. "Raja dan orang-orang Saudi sangat murah hati dengan jamaah dari setiap bagian dari dunia," katanya. Boukarim mengatakan rekayasa dari pemerintah Iran melawan Arab Saudi adalah upaya mencolok untuk mengalihkan perhatian rakyatnya dari kondisi ekonomi mereka yang memburuk. [yy/sindonews]

Jamaah Haji Iran Kutuk Khamenei

Jamaah Haji Iran Kutuk Khamenei || Saudi Balas Kritikan Iran dengan Ketertiban Pelaksanaan Haji


Fiqhislam.com - Sejumlah jamaah Iran mengecam klaim palsu dan aksi provokasi pemimpin spiritual Iran, Ali Khamanei. Para jamaah haji asal Iran itu datang dari negara lain untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Para jamaah haji dengan suara bulat memuji upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan keselamatan tingkat maksimum dan kenyamanan untuk semua tamu Allah tanpa kesenjangan. "Setiap kali saya menunaikan ibadah haji, saya melihat proyek-proyek baru yang diterapkan oleh pemerintah untuk kesejahteraan jamaah," kata seorang jamaah haji asal Iran yang berulang kali menunaikan ibadah haji dikutip dari Al Arabiya, Kamis (15/9/2016).

Abdul Salam Mohammed Ali, yang tinggal di luar Iran, mengatakan bahwa proyek yang dilaksanakan untuk kenyamanan jamaah tidak dapat diabaikan. Sedangkan jamaah haji Iran yang tinggal Amerika Serikat (AS), Ali Nadri mengatakan cukup senang melihat proyek-proyek pembangunan di Makkah dan tempat suci. Nadri mengatakan proyek pembangunan contoh hidup dari usaha keras Kerajaan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para tamu Allah.

Sementara itu Diauddin Sadr Al-Ashrafi, seorang warga Iran yang melakukan haji untuk pertama kalinya, mengaku senang berada di antara jutaan jamaah haji yang datang untuk haji dari berbagai belahan dunia. "Upaya Arab Saudi untuk membuat perjalan haji nyaman cukup untuk membalas tuduhan palsu yang dibuat terhadap itu oleh pemerintah Iran," katanya.

Ashrafi mengatakan provokasi oleh Khamenei terhadap Kerajaan bertujuan menciptakan kekacauan di antara para tamu Allah dan merusak ibadah haji mereka. Nasser Al-Balushi, yang melakukan haji untuk pertama kalinya, kata dia terkesan dengan layanan sempurna Kerajaan diperpanjang untuk peziarah. "Layanan ini cukup membalas rekayasa dari rezim Iran," katanya, mengungkapkan kepuasan atas apa yang telah ia lihat dan alami.

Jamal Boukarim, seorang wartawan Iran yang tinggal di Kurdistan, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahtamahan. "Raja dan orang-orang Saudi sangat murah hati dengan jamaah dari setiap bagian dari dunia," katanya. Boukarim mengatakan rekayasa dari pemerintah Iran melawan Arab Saudi adalah upaya mencolok untuk mengalihkan perhatian rakyatnya dari kondisi ekonomi mereka yang memburuk. [yy/sindonews]

Saudi Balas Kritikan Iran dengan Ketertiban Pelaksanaan Haji

Saudi Balas Kritikan Iran dengan Ketertiban Pelaksanaan Haji


Saudi Balas Kritikan Iran dengan Ketertiban Pelaksanaan Haji


Fiqhislam.com - Pejabat senior Arab Saudi mengecam sikap Iran yang terus mengkritik pengelolaan haji. Iran harus mengakhiri sikap keliru terhadap negara-negara Arab.

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Khaled al-Faisal mengatakan, pelaksanaan haji yang berlangsung tertib tahun ini merupakan respons dari semua kebohongan dan fitnah terhadap kerajaan.

"Saya berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk membimbing mereka, dan mencegah mereka dari kesalahan serta sikap yang salah terhadap negara-negara Muslim Arab di Irak, Suriah, Yaman dan seluruh dunia," ujarnya seperti dikutip Saudi Press Agency dan dilansir Channel News Asia. "Namun jika mereka bersiap untuk menginvasi, maka kami tak akan mudah dikalahkan oleh seseorang yang memerangi kami."

Pangeran memang tidak secara langsung menyebut Iran dalam pidatonya. Namun dalam beberapa pekan terakhir hanya Iran yang terlibat perang kata-kata dengan Saudi soal haji.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameneii mengkritik Saudi terkait dengan insiden haji tahun lalu yang menyebabkan ratusan orang tewas. Ia menuduh Saudi telah melakukan 'pembunuhan' beberapa di antaranya dan menggambarkan penguasa Saudi tak bertuhan dan tidak beragama.

Grand Mufti Saudi Syeikh Abdulaziz al-Syeikh mengaku tak terkejut dengan tuduhan tersebut. "Kita harus memahami bahwa mereka bukanlah Muslim, musuh utama mereka adalah pengikut Suni," ujar Al-Syeikh seperti dikutip Arab News.

Ia menggambarkan pemimpin Iran sebagai anak-anak 'tukang sihir' mengacu pada paham Zoroaster yang diyakini bangsa Persia sebelum kedatangan Islam. Menanggapi tudingan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai hal itu bukti dari kefanatikan pemimpin Arab. [yy/republika]

 

Tags: khamenei | iran | saudi