22 Jumadil-Akhir 1443  |  Selasa 25 Januari 2022

basmalah.png
DUNIA ISLAM

Hubungkan Teror Paris dengan Rasisme, Ulama Senior Australia Dikritik

Hubungkan Teror Paris dengan Rasisme, Ulama Senior Australia Dikritik

Fiqhislam.com - Ulama senior Australia, Ibrahim Abu Mohammed, menjadi sasaran kritik dari Pemerintah Australia karena menghubungkan serangan teror Paris dengan rasisme dan Islamophobia.

Dewan Imam Australia bersama Ibrahim Abu Mohammed mengeluarkan pernyataan pada Minggu 15 November 2015 malam waktu setempat. Mereka menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga dan teman-teman korban serangkaian teror Paris yang menewaskan 153 orang tersebut.

“Insiden itu menunjukkan fakta bahwa strategi yang dipakai saat ini untuk melawan terorisme tidak berjalan baik,” tulis pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Washington Post, Selasa (17/11/2015).

“Bagaimanapun juga faktor penyebab serangan seperti rasisme dan Islamophobia timbul dari kebijakan keamanan yang ketat, kebijakan luar negeri yang ambigu, dan invasi militer. Ini yang harus diselesaikan,” ujar Ibrahim dalam pernyataan itu.

Pernyataan tersebut menimbulkan kritik dari berbagai kalangan di Australia. Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton mengkritik pernyataan itu. Dutton juga menantang pria kelahiran Mesir tersebut untuk mengutuk keras serangan teror Paris.

“Saya mengutuk keras pernyataan tersebut. Itu adalah pesan yang buruk bagi pemuda Muslim Australia. Ada kesempatan hari ini buat Imam Besar untuk mengklarifikasi pernyataannya sekaligus mengutuk serangan tersebut seperti selayaknya pemimpin besar lain,” tegas pria berusia 44 tahun itu.

Mantan ketua Dewan Islam Australia, Ikebal Patel, mengatakan pernyataan Ibrahim Abu Mohammed dapat dilihat sebagai sebuah pembelaan kepada para pelaku. Pernyataan tersebut dinilai Patel sangat mengecewakan karena dikeluarkan oleh seorang ulama besar. [yy/okezone]