23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

AL JAAMI’ | YANG MAHA PENGHIMPUN

AL JAAMI’ | YANG MAHA PENGHIMPUNAL JAAMI' (yang Maha Penghimpun/yang Maha Mengumpulkan) adalah Allah yang memadukan hal-hal yang sama, hal-hal yang berbeda dan hal-hal yang bertentangan. Sejauh menyangkut Allah mempersatukan hal-hal yang sama, bahwa Dia menyatukan/mengumpulkan banyak manusia dimuka bumi.
 
Dia mengumpulkan orang-orang mulia diantara mereka di padang kebangkitan. Sejauh menyatukan hal-hal yang berbeda, Dia menyatukan langit, bintang, udara, bumi, lautan, binatang, tumbuh-tumbuhan dan berbagai mineral. Semua ini memiliki bentuk, warna, rasa dan sifat yang berbeda, namun Dia telah mempersatukan sebagiannya di bumi dan menyatukan tulang, urat, darah, otot, otak, kulit serta unsur lainnya dalam tubuh.
 
Adapun hal-hal yang bertentangan, Dia menyatukan panas dan dingin juga kering dan basah dalam tubuh. Itulah segi penyatuan yang paling nyata dan tepat. Manusia mengetahui fakta-fakta bahwa Dia yang menyatukan, jika mengetahui kenyataan hal-hal yang telah disatukan-Nya di dunia dan di akhirat.
 
`Katakanlah: "sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan diwaktu tertentu pada hari yang dikenal` (56-Al Waaqi'ah:49~50)
 
`Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji` (Ali Imran:9).
 
`Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir didalam Jahannam` (An Nisaa':140).
 
`Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu` (Al Mursalaat:38).
 
Manusia yang mempersatukan adalah yang menyatukan perilaku lahiriah anggota-anggota tubuhnya dengan kenyataan-kenyataan bathiniah hatinya. Manusia yang menyatukan adalah manusia yang memiliki ilmu pengetahuan yang sempurna dan akhlak yang terpuji. Dia dapat disebutkan sempurna bila cahaya pengetahuannya tidak memadamkan cahaya kesalehannya. Menyatukan kegigihan, ketabahan, atau kesetiaan dengan pengetahuan yang mendalam adalah sulit.
 
Oleh karena itu, anda akan melihat sebagian orang yang amat saleh dan zuhud, namun pengetahuannya kurang. Anda juga melihat sebagian orang meiliki pengetahuan luas dan mendalam, namun kurang kesalehannya. Jadi siapapun yang menyatukan ketabahan dengan pengetahuan yang luas dan mendalam, dia dikenal dengan orang yang menyatukan.
 
Imam Al-Ghazali
foto madaniwallpaper.com