fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

Hikayat Gay di Sodom

Hikayat Gay di Sodom

Fiqhislam.com - Kaum gay sudah hidup ribuan tahun lalu, seperti diberitakan kitab suci. Syahdan, seorang putra Haran dari wilayah Ur, Luth (Lot) mengikuti jejak pamannya, Ibrahim (Abraham) ke negeri Kanaan. 

Setiba disana, Luth ditugaskan Allah berdakwah. Luth pun mendatangi Kota Sodom di utara Laut Mati dan Gamora (Gomorrah)berlokasi di sepanjang timur laut Laut Mati.

"Mengapa kalian tidak bertakwa? Sungguh, aku ini seorang rasul yang diutus kepadamu. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada ku. Dan aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku hanyalah dari Tuhan seluruh alam," ujar Luth.

Belum cukup dibuat heran dengan datangnya seorang yang mengaku utusan Tuhan, bangsa Sodom pun kemudian dibuat murka karena sang utusan tersebut terang-terangan melawan kebiasaan warga melakukan homoseksual. 

Ia mengajak mereka kembali kepada Allah dan meninggalkan perbuatan yang dimurkai-Nya. "Sungguh kalian benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?!" Seru Luth mengajak kaumnya bertaubat.

Menanggapi kedatangan Luth mereka pun acuh. Ucapan Luth bagai angin lalu. Luth dianggap tak waras yang mengusik kehidupan mereka. Meski demikian, sang nabi tak putus asa. Ia terus mengajak mereka kembali pada agama Allah. 

"Mengapa kamu mendatangi sesama lelaki (Homoseks) di antara manusia? Sementara kamu tinggalkan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk dijadikan sebagai istri? Kamu memang orang-orang yang melampaui batas," kata Luth. 

Apa jawaban kaum Sodom? Tentu saja mereka menolaknya mentah-mentah.  "Hai Luth! Jika kau tidak berhenti, maka kau akan termasuk orang-orang yang terusir," ancam warga Sodom. Dengan sabar, Luth hanya menimpali, "Sungguh aku benci pada perbuatan kalian".

Semakin Luth menyampaikan dakwah, semakin mereka menantang. "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar," ujar mereka menyombongkan diri.

Habis sudah kesabaran Luth mengajak mereka pada kebenaran. Luth pun mengeluhkan kesulitannya menghadapi bangsa Sodom kepada Allah Ta'ala. Ia pun menengadahkan tangan seraya minta pertolongan, "Ya Tuhanku, tolonglah aku atas kaum yang berbuat kerusakan itu. Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari akibat perbuatan yang mereka kerjakan," ujar sang nabi.

Lalu suatu hari, Allah mengutus tiga malaikat untuk menyamar menjadi pria yang sangat tampan nan mempesona. Mereka menuju sungai dimana putri Luth tengah mengabil air. "Wahai nona, adakah tempat istirahat disini?" ujar salah seorang malaikat menyamar sebagai musafir, bertanya pada seorang putri Luth. 

Melihat wajah yang sangat luar biasa, putri Luth ketakutan mereka akan dilukai warga jika memasuki negeri Sodom. "Tunggulah disini sampai aku memberitahu kalian kepada ayahku dan kembali," ujar putri Luth lantas segera berlari pulang ke rumah meninggalkan bejana air. Setibanya dirumah, ia pun melaporkannya pada sang ayah dengan menangis. 

Mereka pun menjadi tamu misterius di tempat tinggal Luth. Melihat ketampanan tamunya, Luth pun merasa ketakutan jikalau warganya mengetahui maka akan terjadi hal buruk pada tamu tersebut. Ia sangat gelisah karena merasa tak akan mampu melindungi tamunya. 

"Janganlah kamu takut, jangan pula susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan," ujar utusan tersebut. Mendengarnya, tahulah Luth bahwa tamunya merupakan jelmaan dari malaikat Allah.

Dengan diam-diam, istri Luth mengabarkan tamu misterius tersebut kepada warga Sodom. Padahal Luth telah berpesan pada istri dan dua putrinya untuk merahasiakan kehadiran tamu tersebut. Namun Istri dari nabi bukan jaminan bagi seorang wanita menjadi beriman dan bertaqwa. Maka berkumpullah para gay di negeri tersebut di rumah Luth. Mereka ingin menyaksikan dan menikmati ketampanan tamu tersebut. 

"Sesungguhnya mereka adalah tamuku. Jangan kalian membuatku malu, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina," seru Luth melihat warga mengepung rumahnya. 

Namun warga tetap keras kepala, mereka menerobos masuk rumah Luth karena hawa nafsu. Namun dengan kekuasaan Allah, mereka ak mampu melihat para malaikat berwujud manusai tampan tersebut. Tiba-tiba saja mereka tak mampu melihat.  Luth pun tak peduli lagi pada warga terlaknat tersebut. 

Ia segera bergegas meninggalkan negeri Sodom bersama keluarganya. Malaikat berpesan, "Pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu," kata malaikat utusan tersebut terakhir kali sebelum pergi.

Maka keluarlah Luth dari negeri Sodom bersama istri dan dua putrinya di tengah malam. Mereka bergegas dan tak menoleh sedikit pun ke negeri yang dimurkai Allah tersebut. Namun diperjalanan, sang istri berjalan lambat dan terus saja menoleh karena penasaran benarkah adzab akan menimpa negeri Sodom. 

Saat menjelang matahari terbit, Luth dan dua putrinya sampai di sebuah bukit jauh dari Sodom. Saat itulah terdengar suara bumi dan langit sekan melampiaskan kemarahan. Suara keras mengguntur dari langit dan menurunkan hujan batu. Bumi pun bergoncang dan membalikkan Kota Sodom. [yy/republika/foto kaskus.co.id]