14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Tubuh Jadi Hebat Berkat Shalat

Fiqhislam.com - Tak ada yang meragukan manfaat shalat untuk kesehatan badan, salah satunya untuk kesehatan tulang punggung. Sebuah penelitian di Universitas Winscosin, Amerika Serikat menyatakan bahwa shalat dengan Tumaminah akan menyembuhkan sakit punggung kronis.

Sesungguhnya segala sesuatu yang diciptakan Allah tiada yang sia-sia, bahkan jika mampu mentafakurinya akan menambah iman seseorang.

Itulah yang difirmankan Allah dalam surat Ali Imran 191,  “Yaitu orang orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan bertafakur tentang penciptaan langit dan bumi hingga (bersyukur). Ya Tuhan kami sungguh tiada yang sia-sia atas apa yang Engkau ciptakan. Maha Suci Engkau, maka pelihara kami dari siksa neraka."

Di dalam shalat ada dua aspek manfaat yaitu manfaat fisikal/ jasmani dan ruhani/spiritual. Manfaat fisikal ditemukan dalam gerakan-gerakan shalat yang tumaninah, sedangkan manfaat ruhani didapatkan dari kekhusuan shalat yang dilakukan.

Manfaat atau fadilah tersebut terangkum seperti yang disampaikan sebelumnya. Oleh karena itu sangat penting melakukan shalat dengan tumaninah dan khusyu sehingga yang menjalankan shalat akan mendapat fadillah seperti yang dibuktikan ilmu pengetahuan dan dijanjikan Allah.

Ada empat gerakan pokok di dalam shalat, yaitu: Qiyam (berdiri tegak), Rukuk (membungkukkan tubuh), sujud (meletakkan 7 rukun sujud di sajadah) dan duduk (diantara dua sujud, tahiyat awal dan tahiyat akhir).

Masing-masing gerakan jika dilakukan dengan cara yang benar atau tumaninah akan memberikan dampak yang hebat bagi tubuh kita.

Qiyam adalah gerakan awal shalat berupa berdiri tegak dengan kedua kaki agak direnggangkan dan kedua ujung luar kaki (jari kelima) bersentuhan dengan sebelahnya jika dalam shalat berjamaah.

Dan kedua tangan didekapkan dengan tangan kanan diatas tangan kiri dan diletakkan di atas pusar.

Dalam posisi seperti ini secara fisik kontraksi otot tangan, siku dan aliran fisiologi darah dalam posisi istirahat dan keseimbangan yang akan memberi manfaat melancarkan pergerakan sendi yang dapat mencegah kekakuan sendi (joint stiffnes).

Kemudian dengan prosesi niat dan takbiratul ikhram yang khussyu akan memberikan manfaat ketenangan bathin yang akan menimbulkan peningkatan endorphin yang menstimulasi efekifitas dan pembentukan energi.

Juga meningkatkan kadar sel darah Eosinophil yang sangat berperan dalam fungsi kekebalan tubuh. Respon tubuh yang lain juga menurunkan kadar hormon cortison darah yang jika kadarnya terjaga rendah akan mencegah resiko kerusakan jaringan.

Tiga efek ini juga telah dibuktikan dengan penelitian Disertasi dari DR. M. Soleh dari Universita Airlanga, yang meneliti ketiga kadar zat tubuh tersebut pada dua kelompok santri yang shalat tahajud dimana satu kelompok diajarkan dengan cara khusyu, kelompok lain dibiarkan shalat seperti biasa.

Posisi kedua adalah gerakan ruku, yang diawali dengan takbir, kemudian ruku. Ruku yang tumaninah sesuai contoh Nabi adalah posisi dimana tulang punggung tegak 90 derajat. Posisi kepala tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari bahu. Dan kedua tangan diletakkan di kedua lutut seolah menggemgam tempurung lutut.

Disebutkan dalam Hadist Riwayat Al Baihaqi dan Darquthi, "
Sesungguhnya Nabi SAW, ketika ruku, beliau membuka (meregangkan jari-jarinya) dan apabila sujud merapatkan jari-jarinya."

Juga dalam Hadist Riwayat Ibn Kuzaimah dan Ibn Hibban, "
Jika kamu ruku, letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan rengangkanlah jari-jarimu, kemudian tenanglah hingga ruas tulang belakang tegak pada tempatnya. Apabila Nabi ruku, beliau melurusan dan meratakan tulang punggungnya (90derajat) sehingga pabila diletakkan segelas air di atasnya, airnya tidak akan tumpah."

Posisi sempurna atau tumaninah seperti itu, memberikan dampak kesehatan yang sangat menguntungkan bagi kesehatan tulang punggung. Dalam posisi ruku tumaninah otot rangka sepanjang tulang belakang menjadi lebih rileks tanpa beban berat tubuh.

Dari penelitian yang dilakukan Fakulti Kejuruteraan Bioperubatan Universiti Malaya, dapat dibuktikan bahwa posisi sempurna rukuk berperan dalam memperlambat proses degeneratif dengan meningkatkan regenerasi jaringan baru, juga menjaga keseimbangan cairan sel dan melancarkan fungsi ginjal.

Posisi ruku tumaninah juga menunjukkan aktivitas otot Lumbal ke 4 dan 5 (buku tulang pinggang) menjadi lebih rileks, memang pada awal pergerakan rukuk otot-otot pinggang berkontraksi kemudian setelah tercapai posisi sempurna akan menjadi rileks.

Posisi seperti ini juga (rukuk tumaninah) dapat menambah longgar ’spinal canal’ atau saluran batang saraf tulang belakang, hal ini akan mengurangi resiko kompresi saraf (saraf kejepit).

Gerakan berulang seperti itu juga akan meningkatkan fleksibilitas tulang belakang yang sanat penting untuk kelenturan dalam menyangga beban tubuh. [yy/
pelitaonline.com]