11 Safar 1443  |  Minggu 19 September 2021

basmalah.png

Arab dan Kiamat

Assalamualaikum wr wb, saya baru saja membaca artikel di eramuslim tentang pembangunan di arab saudi. saya jadi teringat sebuah dalil naqly (al-qur’an atau al-hadist saya lupa,maklum awam), yang menyatakan bahwa salah satu tanda kiamat adalah diangkatnya ka’bah oleh Allah. yang ingin saya tanyakan, maksud dalil tersebut secara konotasi/denotasi? karena mungkin saja ka’bah seakan-akan diangkat karena telah diabaikan. trima kasih atas jawabannya, maklum pak saya tidak bisa bahasa arab. jadi tidak berani membuat tafsir sendiri. wassalamualaikum wr wb (Yondha).

Arab dan KiamatFiqhislam.com - Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknik dan industri, maka demikian pula dengan kebathilan. Seperti kalimat bijak, “Kian tinggi ilmu seseorang, maka kian tinggi pula kelicikan iblis yang menggodanya.” Jadi, kalau zaman dulu itu para pembela kebathilan melakukan hal tersebut secara terang-terangan, maka sekarang ini, para pembela kebathilan jauh lebih cerdas dan pintar, banyak dari mereka yang malah bersembunyi di balik “al-haq”, di balik klaim-klaim moral, etika, maupun agama, bahkan mereka tidak canggung untuk menjual ayat-ayat Allah SWT demi memuaskan hawa nafsunya sendiri. Ini terjadi di mana-mana, termasuk di Saudi Arabia yang setelah berontak terhadap kekhaliahan Turki Utsmaniyah menjelma menjadi satu “negara” yang menganut sistem monarki-absolut, yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW untuk lebih mengedepankan sistem syuro.

Ketika di zaman Rasulullah SAW mendakwahkan Islam, beliau mendapat tentangan yang sangat keras dari kaum musyrikin Quraisy, yang notabene merasa terancam kekuasaannya oleh agama baru yang dibawa Muhammad SAW yang menyatakan tidak ada ilah melainkan ALLAH SWT. Jadi, tuhan-tuhan kecil yang mengejawantah dalam diri para tokoh Quraisy akan tergusur. Umat Islam adalah umat yang hanya mempunyai satu tuhan, yakni ALLAH SWT, dan satu panutan yakni Muhammad SAW. Sedangkan kepada orang-orang yang memiliki ilmu agama, apakah itu disebut Ustadz atau apa pun, sepanjang dia berada di jalan al-Qur’an maka ikutilah, namun jika mereka itu sudah melenceng atau mengkhianati Qur’an, maka tinggalkanlah.

Di zaman Rasulullah SAW, kaum musyrikin Quraisy terang-terangan menentang dan membela kebathilan. Seiring dengan kemajuan zaman, maka sekarang ini, para pewaris kaum musyrikin Quraisy jauh lebih pintar, lebih lihai, dan lebih licik tentunya. Mereka tidak lagi merasa perlu terang-terangan menghancurkan Islam, dan jika perlu menghancurkan Islam dari dalam. Mereka mengaku sebagai pelayan umat, namun dalam kenyataannya lebih mengutamakan melayani Amerika Serkat dan jaringan Zionis Dunia.

Atikel yang dimuat eramuslim berjudul “Potret Arab Saudi di Masa Datang” merupakan bukti jika secara terencana, para penguasa Arab Saudi memang ingin menghancurkan satu demi satu warisan Islam peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat, bahkan menggali kembali peninggalan-peninggalan zaman pra Islam yang dibangga-banggakan oleh kaum musyrikin Quraiys. Ini merupakan fakta.

Kita bisa lihat cetak biru Kota Makkah di masa depan yang dari atas akan menyerupai simbol Dewa Matahari, satu bentuk lapangan tepat dilangsungkannya ritual pemujaan Dewa Matahari Romawi kuno (coba bandingkan cetak biru Mekah dengan lapangan Santo Petrus di Vatikan, mirip bukan? Bukan rahasia lagi jika Gereja mewarisi ritual penyembahan Dewa Matahari, yang bisa dilihat di ujung tongkat kepausan dan juga Hari Kebaktian yang mengambil hari Sun-Day, Hari Matahari. Di masa depan Mekkah akan dijadikan sama seperti Vatikan). Namun Mekkah lebih parah, jika Obelisk di Lapangan Santo Petrus ada delapan jalur, maka Kabah di Mekkah akan dikelilingi enam jalur jalan. Enam titik jalur ini jika dihubungkan secara “lompat satu” akan membentuk simbol Hexagram atau Bintang David. Alangkah ironisnya nanti jika simbol Bintang David akan juga tercetak di Mekkah! Namun inilah perilaku para penguasa Saudi sekarang.

Kita juga harus ingat, Kerajaan Saudi Arabia itu berdiri, berontak dan lepas dari Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, atas dukungan jaringan Zonis Internasional. Salah seorang perwira Yahudi Inggris, Letnan Terrence Edward Lawrence, disusupkan dan mengendalikan pasukan Saudi ini. Setelah menjadi kerajaan, 75.000 pasukan Saudi Arabia—Saudi Arabian National Guard (SANG)—dibentuk dan mendapat pelatihan dari Vinnel Corporation, salah satu Privat Military Agency (PMA) AS dengan nilai kontrak yang sangat besar. Tentu saja, CIA dan MOSSAD berada di belakang PMA ini.

Di Mekkah pula, para penguasa Saudi mempersilakan perusahaan-perusahaan donatur Zionis seperti Starbucks dan McD buka gerai dan banyak menarik pelanggan. Bahkan Al-Walid, salah seorang kerabat istana Saudi, menguasai banyak perusahaan yang banyak di antaranya menjadi donatur ZionisIsrael. Namun ketika Muslim Gaza dibantai Israel, Saudi (dan juga Mesir) bersikap adem-ayem, bahkan merestui pembantaian ini karena mereka lebih bersahabat dengan pelayan Zionis bernama Mahmud Abbas, ketimbang dengan HAMAS.

Sebab itu, empatbelas abad silam, Rasulullah SAW telah memberikan gambaran tentang hari akhir, di mana setelah kedatangan Imam Mahdi yang juga bernama Muhammad, pasukan Imam Mahdi akan menyerang dan membebaskan Jazirah Arab terlebih dahulu—termasuk membebaskan Saudi Arabia—dari penguasa-penguasa Arab yang lalim dan bahlul, sebelum mengancurkan kaum Syiah dan Yahudi.

Sedangkan mengenai penghalalan Ka’bah, itu terjadi di saat umur kaum Muslimin sudah habis. Penghalalan Ka’bah akan tiba di saat seluruh kaum Muslimin sudah meninggal dunia dengan tenang terkena angin yang bertiup lembut dari arah Yaman. Jadi, umat Islam tidak akan mengalami kiamat yang menakutkan. Kiamat besar hanya akan menimpa orang-orang jahat dan kaum kufar. [yy/eramuslim.com]

{AF}Potret Arab Saudi di Masa Datang: Menghilangkan Jejak Rasulullah?

Potret Arab Saudi di Masa Datang: Menghilangkan Jejak Rasulullah?Arab Saudi, seperti juga negara-negara lain yang bergelimang harta, terus melakukan modernisasi. Selain secara pemikiran, seperti diangkatnya seorang perempuan dalam jajaran kementrian di negara itu, juga pembangunan fisik pun dilakukan. Tetapi, pengembangan Arab Saudi, khususnya kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak memedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya.

Bangunan-bangunan itu dibongkar karena berbagai alasan, namun sebagian besar karena ingin menyesuaikan dengan kota-kota besar di dunia lainnya. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

Beberapa bulan yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah Arab mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.

“Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir.

Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994.Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW.

Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata.

Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari. Wallohu alam bi shawab. [yy/eramuslim.com]{/AF}

.