fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


10 Ramadhan 1442  |  Kamis 22 April 2021

HIKMAH: Ahli Ibadah yang Murtad

HIKMAH: Ahli Ibadah yang Murtad

Fiqhislam.com - IMAM HASAN AL BASHRI suatu saat menyaksikan ada seorang tua diseret setelah ia dibunuh. Menyaksikan hal itu Imam Hasan Al Bashri menangis dan akhirnya pingsan. Setelah sadar beliau menyampaikan bahwa jenazah orang tua itu adalah orang yang shalih dan zuhud di zamannya. Sampai suatu saat ketika orang itu hendak berangkat ke masjid, ia bertemu dengan seorang wanita Nashrani yang berparas cantik, hingga akhirnya sang ahli ibadah ingin menikahinya.

Wanita Nashrani itu pun menolaknya, ia hanya bersedia menikah jika sang ahli ibadah bersedia murtad meninggalkan Islam. Namun semakin lama perasaan ketertarikan sang ahli ibadah itu kepada si wanita semakin kuat, sampai akhirnya ia memutuskan untuk murtad demi menikah dengan wanita itu. Namun hal yang tidak diduga terjadi, di saat orang yang sebelumnya merupakan ahli ibadah itu sudah keluar dari Islam si wanita malah enggan untuk dinikahi.

Saat hendak ditemui wanita itu mengucapkan dari balik tabir, ”Wahai engkau yang tidak memiliki kebaikan sama sekali. Engkau telah meninggalkan agama yang telah engkau imani selama bertahun-tahun demi syahwat yang engkau tidak mampu menahannya. Dan aku telah meninggalkan agama Nashara untuk memperoleh kenikmatan selama-lamanya”.

Imam Hasan Al Bashri pun menyampaikan, ”Syaikh telah dibunuh kerana murtad sedangkan si wanita menjadi muslimah” (Bahr Ad Dumu’, hal. 98) [yy/hidayatullah.com]