21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Perhiasan Dunia yang Terindah

Perhiasan Dunia yang Terindah

Fiqhislam.com - Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan, yang baik dan yang buruk, dan dua pendapat yang saling bertentangan.

Dan setelah itu Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan di surga-Nya. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka.

`Dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua yang ada didalamnya, kecuali Dzikir kepada Allah dan semua yang berkaitan dengannya, seorang yang alim dan seorang yang belajar`.

Jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada, jangan larut dalam khayalan lalu terjebak kedalam alam imajinasi. Kendalikan jiwa untuk dapat menerima dan menikmatinya.{AF}

± Dunia mempunyai banyak kenikmatan dengan berbagai warna, semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan anda adalah bagian dari dunia tersebut. Anda tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, isteri, kawan, tempat tinggal atau pekerjaan yang padanya terdapat hal-hal yang akan menyulitkan, sesuatu yang buruk yang akan anda tidak sukai yang hanya dapat dipadamkan dengan dinginnya kebaikan dan kebijaksanaan.

± Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman akan tulus kepada anda dan semua perkara sempurna di mata anda. Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan hidup dalam kedamaian.

± Ambillah hal-hal yang mudah dan tinggalkan hal-hal yang menyulitkan dan mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu lurusnya langkah. Janganlah karena satu aib tersembunyi atau dosa kecil yang sebenarnya bisa ditutupi oleh kebaikannya yang lebih banyak, anda menjadi jauh dari seseorang yang pernah anda puji, yang pernah anda ketahui kemuliaannya. Cobalah posisikan diri anda pada posisinya dan nilailah tanpa hawa nafsu, maka anda akan tahu apa sebenarnya yang anda inginkan dari orang tersebut.

± Hendaklah semua kekurangan dialihkan kedalam jiwa yang lapang dan hati yang damai. Sebab seseorang terkadang lalai untuk memperhatikan jiwanya, bagian yang paling dekat dirinya. Maka jangan merusak hubungan kekerabatan hanya karena prasangka buruk, padahal sebelumnya anda begitu yakin akan kebaikannya. Diantara hak-hak mencintai kekerabatan adalah memberi maaf dan menutup mata atas kekurangannya. Siapa yang marah kepada anda sebanyak tiga kali dan apa yang dikatakannya adalah kebenaran, maka jadikanlah ia sahabat.

± Hiduplah bersama Al-Qur’an, baik dengan cara menghafal, membaca atau mendengarkan. Ia adalah obat yang paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.

± Berbuat baiklah kepada sesama, dan baktikan kebaikan kepada semua orang agar anda mendapat kebahagiaan, jenguklah orang yang sakit, berilah kepada orang yang fakir dan kasihilah anak-anak yatim.

± Hiasilah wajah dengan senyum, niscaya anda mendapatkan cinta kasih sesama. Haluskan tutur kata niscaya anda mendapat cinta kasih sesama. Rendahkan diri kepada sesama niscaya anda akan dihormati oleh sesama.

± Maafkanlah orang yang pernah melakukan kezaliman kepada anda, sambunglah tali silaturhmi orang yang memutuskan tali silaturahmi dengan anda. Berilah orang yang pernah tidak memberi kepada anda, dan bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada anda, niscaya anda akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri anda.

± Cercaan musuh dan umpatan orang-orang yang dengki kepada anda sesungguhnya setara dengan nilai diri anda, sebab anda telah menjadi buah bibir dan menjadi orang penting.

± Pintu kebahagiaan terbesar adalah doa kedua orang tua. Berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak kamu sukai.

± Kebahagiaan itu tidak terdapat dalam garis keturunan, dalam harta benda. Tetapi kebahagiaan itu terdapat dalam agama, ilmu, sopan santun dan tujuan yang baik. Pikirkan tentang orang-orang yang anda cintai, dan jangan meluangkan waktu untuk memikirkan orang-orang yang anda tidak sukai, karena sesungguhnya mereka tidak tahu menahu tentang dirimu dan keresahan yang sedang anda alami.

± Orang yang sudah memiliki isteri~suami, rumah, kecukupan harta, tubuh yang sehat maka itu adalah keindahan hidup. Karena itu bersyukurlah kepada Allah dengan merasa puas. Dan diatas semua itu tidak ada lagi kenikmatan, kecuali keresahan.

± Ketahuilah bahwa kesabaran itu akan mengubur aib-aib, ketabahan itu akan menjadi penutup kekeliruan, dan kedermawanan itu adalah pakaian yang besar yang akan menutup semua kekurangan dan cacat.

± Percayalah pada diri anda, dan jangan menggantungkan diri kepada orang lain. Anggaplah mereka menjadi tanggungan anda, dan bukan anda yang menjadi tanggungan mereka, dan bahwa hanya Allah yang bersama anda, dan jangan tertipu dengan orang-orang yang selalu berfoya-foya.

± Jangan banyak bergaul dengan orang-orang yang pendendam dan jangan pula orang-orang pendengki, sebab mereka dapat menularkan penyakit jiwa, pembawa kesedihan dan keresahan.

± Tanamkan dalam keyakinan anda bahwa siapa saja yang menjalin kekerabatan dengan anda tidak akan terlepas dari cela, baik itu saudara, anak, isteri dan teman. Maka persiapkan terlebih dahulu diri anda untuk menerima semua itu.

± Jangan menanti ucapan terima kasih, cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya seluruh makhluk, bersihkan jiwa dari dengki, jernihkan diri dari rasa iri, dan keluarkan dari jiwa anda penyakit permusuhan, perselisihan.

± Ketahuilah bahwa orang yang menggibah anda itu berarti mereka menyetorkan kebaikan-kebaikannya kepada anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan anda.

± Bersikaplah sopan dalam majelis, diam untuk sebuah keburukan, dan bicaralah  untuk sebuah kebaikan dengan wajah yang ceria, penuh rasa hormat kepada sesama majelis. Dengarkan apa yang mereka bicarakan, dan jangan memotong pembicaraan dalam majelis.{/AF}

Begitu cintanya para sahabat kepada Rasulullah Saw, dimana mereka senantiasa merasakan kenikmatan hidup, saat mereka berada didekat Beliau. Mereka merasakan hangatnya kasih sayang dan ketulusan hati Rasulullah Saw. Beliau berhasil meluruskan hati nurani mereka dengan tuntunannya, menyinari mata hati mereka dengan cahayanya, menyingkirkan kemusyrikan dari hati mereka dan memadamkan api kedengkian dan permusuhan  dikalangan  mereka. Dan Beliau berhasil menuangkan air keyakinan kedalam perasaan mereka, sehingga jiwa mereka menjadi tentram, hati senantiasa sejuk dan damai.

Aidh Al Qarni
yy/fiqhislam.com/La Tahzan