15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Pelepah Kurma yang Merindukan Rasulullah Saw

Pelepah Kurma yang Merindukan Rasulullah SawFiqhislam.com - Kita semua telah mendengar bahwa Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, Rahmatan lil Alamin. Artinya, rahmat dan kasih sayang beliau meliputi seluruh makhluk yang ada di alam ini.

Tak hanya makhluk hidup, Rasul pun memiliki rasa kasih terhadap benda-benda mati.

Dikisahkan bahwa di hari Jumat, biasanya Rasulullah menyampaikan khutbah Jumatnya dengan menyandar pada pelepah kurma. Seiring berlalunya waktu, umat Muslim semakin banyak dan jamaah pun bertambah. Hingga beliau tak terlihat oleh jamaah yang berada di shaf-shaf belakang.

Akhirnya para sahabat berinisiatif untuk membuatkan mimbar yang agak tinggi, agar semua jamaah shalat dapat melihat beliau.

Ketika pertama kali khutbah shalat Jumat menggunakan mimbar, ada suara rintihan yang diterdengar disela Rasul berkhutbah. Para sahabat terheran, dari mana suara itu.

Kemudian Rasul pun turun dari mimbar dan mendekati pelepah kurma yang ada di pojok masjid. Ternyata suara rintihan itu berasal dari pelepah yang telah digantikan dengan mimbar yang baru.

Rasul pun membelai dan memeluk pelepah itu hingga rintihannya tak terdengar lagi. Kemudian beliau kembali ke mimbar dan bersabda, "
Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, andai aku tidak menenangkan pelepah itu maka ia akan terus merintih hingga hari kiamat."

Dan pada akhirnya pelepah itu diambil dan dikubur dibawah mimbar Rasulullah saw.

Kisah yang begitu mengharukan. Di satu sisi Rasulullah begitu penyayang kepada seluruh makhluk dan di sisi lain ada pelepah kurma yang merintih karena ditinggalkan oleh beliau.

Pertanyaannya, pernahkah kita menangis karena merindukan Baginda Nabi? Pernahkah kita bersedih karena dosa-dosa yang semakin menjauhkan kita dari jiwa suci beliau?

Semoga Allah Memaafkan dosa-dosa kita dengan berkah sholawat kepada beliau dan keluarganya. [yy/inilah]

Sumber: Rowaiil Qoshos