fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Saat Ini yang Terbaik

Saat Ini yang Terbaik

Fiqhislam.com - Seseorang mengeluh mengapa lahir dari keluarga miskin, yang membuatnya kini miskin dan anak cucunyapun ikut miskin. Seseorang mengeluh mengapa lahir dalam keadaan buta sehingga dia tidak bisa melihat indahnya dunia ini. Dan banyak yang mengeluh dengan banyak hal lainnya.

Seekor rusa mengeluh dengan kakinya yang kecil sementara tanduknya begitu indah. Ketika ia dikejar harimau dan tanduknya tersangkut semak-semak kematianpun di ambang mata. Kaki kecilnyalah yang mampu meronta, menendang dan mendorong hingga tanduknya lepas dari semak-semak. Dia pun bersyukur atas kakinya dan kecewa atas tanduknya.

Orang kaya berpotensi diri pada kesombongan. Mata melihat berpotensi diri pada kemaksiatan. Miskin ataupun buta itu yang terbaik. Tapi ingat kemiskinan mendekatkan pada kekufuran mata melihat bisa banyak belajar dan beribadah.

Semua dalam genggamanNya, semua dalam skenarioNya. Nabi Nuh tidak tahu akan ada banjir besar ketika membuat bahtera di atas gunung. Nabi Musa tidak tahu akan membelah lautan ketika dalam pengejaran Fir’aun. Nabi Ibrahim tidak tahu anak yang mau disembelihnya diganti dengan kambing.

Tidak ada kata menyerah dan takut. Selama kita berniat untuk ibadah. Dalam 7 prinsip dasar yang kami buat dalam memulai wirausaha, satu di antaranya usaha adalah sarana beribadah dan bukanlah materi semata yang ingin kita raih. Tapi keridhoan Allah SWT.

Apa yang kita tangisi hari ini mungkin akan kita syukuri esok hari. Dan bisa jadi pula apa yang kita takuti hari ini mungkin akan kita sukai esok hari.

Oleh Rosadi Alibasa
yy/islampos.com