fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


11 Ramadhan 1442  |  Jumat 23 April 2021

Saya, Saya dan Saya

Saya, Saya dan Saya

Fiqhislam.com - Bolehkah bilang: “Ini semua berkat kerja keras saya”?

Bolehkah mengatakan: “ini semua berkat kemampuan saya, perjuangan saya”?

Bolehkah mengucapkan: “ini semua karena saya belajar, karena kepintaran saya”?

Saya tidak tahu jawaban kalian, dan itu bukan urusan saya. Peduli amat orang-orang mau membawa kitab tentang motivasi, kalimat-kalimat hebat yang dia dengarkan dan yakini. Saya hanya mau memberitahu, bahwa, apapun kesuksesan kita, kekayaan kita, keterkenalan kita, semuanya itu, omong kosong terjadi adalah karena kita.

Akan saya berikan sebuah kisah, begini:

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri… Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”.

Dan apakah Karun tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar” Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar.

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (ni’mat Allah)”.

Semua kalimat di atas adalah terjemahan dari surah Al Qashash (Kisah), ayat 76-82

Bolehkah bilang: “ini semua berkat kerja keras saya.”

Bolehkah mengatakan: “ini semua berkat kemampuan saya, perjuangan saya.”

Bolehkah mengucapkan: “ini semua karena saya belajar, karena kepintaran saya.”

Maka jawabannya, “Tidak”. Silahkan rujuk kisah tersebut, bahkan berkata ingin menghendaki kehidupan dunia kita harus mulai mencemaskan banyak hal, agar tidak dibenamkan pula dalam dunia tersebut. *sedikit mengutip dari Tere Lije.

Oleh Ariy Purnama
yy/islampos.com