<
pustaka.png
basmalah.png

Membedakan Fikih Sosial: Antara Dakwah dan Jihad

Fiqhislam.com - Membedakan antara gerakan Islam gabungan yang memobilisasi umat dengan beragam kelompoknya untuk terjun ke medan dalam rangka memerangi kemurtadan, menggiring mereka untuk secara bersama komitmen pada ketentuan umum yang ada di dalam Al Quran dan Sunnah dengan kesiapan untuk ikut serta dalam jihad yang basisnya adalah masyarakat Islam pada umumnya yang masih setia pada syariat  dan loyal kepada Islam, yang tidak hendak meninggalkan Islam dan beralih kepada aliran-aliran kekafiran kontemporer di satu sisi, dengan gerakan pembaharuan keilmuan yang geraknya terbatas pada aksi memperbaharui komitmen pada ilmu dan amal dalam lingkup ijtihad ilmiah dan amaliah, yang basisnya adalah orang-orang yang berkomitmen dengan prinsip tersebut sedangkan tujuannya adalah pembaharuan dan pelurusannya agar tidak ternodai oleh hawa nafsu dan pemahaman yang salah, di sisi yang lain.

Gerakan Islam sekarang ini ibarat pasukan yang seharusnya seluruh umat dengan beragam alirannyaberdiri dibelakngnya dalam rangka menghadapi fitnah kekufuran dan kemurtadan serta membendung bahanya dari wilayah Islam. Gerakan ini adalah pengganti Negara Islam yang bertugas memobilisasi seluruh umat Islam jika musuh menyerang wilayah mereka. Karenanya, ia tidak boleh menghalangi seorang pun yang beragama Islam untuk ikut terlibat dalam jihad dan tidak menghalanginya dari perolehan ghanimah dan fai’, sepanjang ia berada di barisan kaum Muslimin.

Adapun gerakan keilmuan, ia adalah gerakan pembaharuan. Umumnya ia bergerak dalam wilayah keislaman untuk mendakwahkan sejumlah prinsip keilmuan dan opersaionalnya. Prinsip yang dipegang adalah konsekuensi dari keimanannya. Ia tidak menghadapi musuh dari luar Islam, tidak pula memiliki progam tertentu untuk mengubah realita.

Jangkauan wilayah gerakan jihad berbeda dengan jangkauan wilayah gerakan keilmuan. Gerakan jihadiah memobilisasi umat dengan berbagai kelompoknya untuk menghadapi bahaya yang mengancam eksistensinya dan berupaya mencabut dari akarnya. Tali pengikatnya adalah wala’ dan bara’, serta komitmen secara umum kepada Islam dan kesiapannya untuk ikut dalam jihad.

Adapun aliran keilmuan, arah gerakannya pada dasarnya tertuju kepada orang yang beragama Islam untuk diajak meningkatkan komitmennya kepada pilihan-pilihan keilmuan dan amal. Musuhnya adalah persoalan-persoalan yang dinilainya sebagai bid’ah. Tali pengikatnya adalah wala’ dan bara’ serta komitmennya pada pilihan-pilihan khususnya dan menolak pilihan-pilihan madzhab lain.

Medan jihad aliran keilmuan –sebagaimana disebutkan didepan- adalah negeri Islam. Di disinilah berlangsungnyaproses “pengadilan” terhadap pilihan-ilihan berbagai aliran dalam perspektif prinsip-prinsip dasar sesuai yang tertera dalam Al Quran dan Sunnah, untuk bisa diketahui seberapa dekat atau jauhnya aliran itu dari komunitas kaum Muslimin. Dari situlah bisa ditetapkan sikap yang benar dalam berinteraksi dengannya.

Adapun gerakan jihadiyah, maka medan jihadnya adalah darul harb (negeri yang diperangi), atau wilayah kaum Muslimin sendiri ketika legalitas bendara Islam terhalangi tegaknya, karena ia dibangun –misalnya- di atas landasan sekulerisme dan pemberlakuan hukum positif (hukum buatan manusia). Pada wilayah ini, dakwah ditujukan kepada kaum Muslimin ntuk menghadapi musuh yang tidak diragukan lagi permusuhannya, dan dalam rangka membela ajaran Islam yang tidak perselisihan tentangnya. [yy/nabawia.com]

 

top