22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Khilafah Harus Punya 3 Unsur Ini: Ukhuwah, Syariah dan Dakwah

Khilafah Harus Punya 3 Unsur Ini: Ukhuwah, Syariah dan Dakwah

Fiqhislam.com - Perbincangan tentang ISIS dan Khilafah menghangat di media massa dan di masyarakat akhir-akhir ini. Yang diantara pemicunya adalah peredaran salah satu video yang diunggah di Youtube. Video tersebut berisi seruan anggota ISIS dari Indonesia kepada umat Islam di Indonesia untuk bergabung dengan oganisasi tersebut.

Bagi pihak yang tidak suka terhadap Islam, isu ISIS dijadikan sebagai kesempatan untuk menjauhkan masayrakat dari ide Khilafah. Mereka berupaya menanamkan ketakutan atau keengganan terhadap ide Khilafah. Dengan cara mengaitkan isu tersebut dengan terorisme, aksi kekerasaan dan kejahatan. Disini Pemerintah khususnya seharusnya menyikapi isu ISIS secara proporsional. Lantas, apa sebenarnya Khilafah?

Khilafah adalah ide islam. Khilafah perlu diperjuangkan karena bersumber dari al-Quran, as-Sunnah, Ijmak Sahabat dan Qiyas. Khilafah adalah kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia guna menerapkan syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Dari pengertian ini terdapat tiga muatannya yakni ukhuwah artinya persatuan umat Islam seluruh dunia. Kedua Syariah artinya penerapan Syariah Islam secara kaffah (menyeluruh). Dan terakhir dakwah artinya penyebaran islam ke seluruh dunia. Karena itu Khilafah adalah ajaran Islam dan harus didukung oleh umat Islam.

Secara historis pun, khilafah telah banyak membantu atas penyebaran Islam di negeri ini, termasuk sebagian dari wali songo yang diutus dan difasilitasi oleh khilafah. Bahkan khilafah turut membantu negeri ini ketika penjajahan, Kesultanan Aceh yang misalnya pernah dibantu oleh Khilafah Utsmaniyah dengan senjata modern kala itu dan pasukan yang dipimpin oleh panglima Hizir Reis dalam menghadapi penjajah.

Kita telah diperintahkan untuk taat kepada aturan Allah tanpa pilih-pilih. Imam ‘Alauddin al-Kasani al-hanafi dalam Bada’iun ash-Shaba’I (xiv/406) menyatakan: “Mengangkat Al-Imam Al-A’zham (khilafah) adalah fardhu tanpa ada pebedaan di antara ahlul-haq.

Khilafah yang dikehendaki oleh syariah itu adalah Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Diantara ketentuan metode itu adalah bahwa negeri tempat Khilafah ditegakkan haruslah memenuhi empat kriteria :

Pertama, kekuasaan di wilayah itu haruslah otonom bersandar kepada kaum Muslim.

Kedua, keamanannya harus terjamin dengan keamanan kaum Muslim.

Ketiga, perlindungan di dalam dan di luar negeri harus pula dengan pelindungan Islam, berasal dari kekuatan kaum muslim sebagai kekuatan Islam saja.

Keempat, orang yang dibaiat menjadi Khalifah harus memenuhi syarat in’iqad (legal).

Namun, kriteria itu belum terpenuhi pada khilafah ISIS, maka deklarasi khilafah ISIS tidak bisa dikatakan khilafah yang syar’i. Maka upaya penegakan Khilafah tetap harus mengikuti metode yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Untuk kita, yakni melalui dakwah fikriyah wa siyasiyah (pemikiran dan politik) tanpa kekerasan.

Caranya adalah melalui aktivitas pembinaan dan pengkaderan, berinteraksi bersama umat dan menggalang dukungan para pemilik kekuasaan. Perjuangan itu pasti berhasil pada saatnya karena itu merupakan janji Allah. Dan disini saya mengajak kepada seluruh kaum muslim agar kita sama-sama turut serta dalam memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah yang syar’i di muka bumi ini sebagai sebuah wujud ketakwaan kita pada Allah SWT.

Oleh Ima Corina
yy/islampos.com