14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Sadari Kebaikan, Sekecil Apapun

Sadari Kebaikan, Sekecil Apapun

Fiqhislam.com - Terkadang tanpa kita sadari di sekeliling kita terdapat banyak kejadian yang menjadikan sebuah pembelajaran bagi kita, hanya saja sebagian orang menganggap hal itu hal yang kecil atau biasa biasa saja.

Padahal hal sekecil apapun akan berakibat fatal. Sering kita tidak menyadari sesuatu yang kecil seperti senyuman yang berasal dari bibir kita terkadang mempunyai arti yang sangat besar bagi seseorang.

Sapaan santun kita kepada seseorang ternyata mampu mendamaikan hatinya yang gundah,ataupun perkataan baik yang kita anggap kecil atau sepele terkadang memiliki arti yang dalam bagi seseorang bahkan mampu mengubah pribadi seseorang.

Bukanlah tidak berarti sesuatu yang terlihat kecil.

Seringkali seseorang terjatuh saat berjalan atau berlari bukan karena menabrak tembok atau sesuatu yang besar yang jelas terlihat mata.Tetapi sering kita terjatuh hanya karena hal hal kecil misalnya terpeleset kulit pisang ataupun tersandung.

Pesannya adalah janganlah kita meremehkan hal hal yang terlihat kecil dan sepele.Terkadang pertolongan Alloh datang kepada kita melalui orang lain dan kebaikan/kebajikan kecil yang kita lakukan..

Sebenarnya banyak kebajikan kecil yang kita sepelekan, tetapi justru hal itu terkadang mampu mengantar kepada Rahmat dan syurga Allah.

Rasulullah bersabda, ”Janganlah kamu meremehkan kebajikan sekalipun sangat kecil,walau hanya sekedar wajah cerah yang kamu berikan ketika bertemu saudaramu,” (HR.Muslim dari Abi dzar).

Dari sabda tersebut kita tahu bahwa senyuman yang kita berikan kepada saudara kita adalah ibadah, ”Senyum manis yang engkau berikan kepada saudaramu itu ada pahalanya,” (HR.Tirmidzi).

Sahabat Adiy bin Hatim menerangkan,bahwa Rasulullah telah bersabda, ”Hindarilah api neraka,sekalipun hanya dengan bersedekah segenggam korma. Barang siapa tidak mendapatkannya,maka dengan kata kata yang baik,” (HR.Bukhari dan Muslim dari Adiy bin Hatim).

Buah dari perkataan baik,di akhirat akan terhindar dari api neraka. Sedangkan di dunia akan menambah jalinan kasih yang merekatkan ukhuwah. Mari kita bersemangat melakukan kebaikan/kebajikan dimulai dari hal kecil yang sering kita sepelekan.Sebuah senyuman yang ramah serta hangat dan tutur kata yang baik dan santun sangat mendamaikan orang di sekitar kita.Bukti nyata dari keimanan adalah akhlaq yang baik.Bukankah Rosululloh juga diutus untuk menyempurnakan akhlaq mulia.

“Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus keburukan,” (QS.Hud:114)

Apa arti hidup kita tanpa mendapat rahmat Allah? Mari kita ikhtiar mendapatkan rahmat Allah. “Dan barang-siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima pahala-nya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima balasannya,” (Q.S. Az-Zalzalah ayat 7-8).

yy/islampos.com