5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Jangan Tunggu Hingga Allah Beri Azab

Jangan Tunggu Hingga Allah Beri Azab

Fiqhislam.com - Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 4, ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah. Sang mandor kemudian memanggil si pekerja. Berkali-kali ia berteriak memanggil, tapi si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas. Lalu ia mencoba melempar uang Rp. 1.000- dan jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut uang Rp 1.000 tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah “sebentar saja” ke atas.

Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja.

Karena merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

***

Cerita tersebut mencerminkan kehidupan kita. Tahukah kita bahwa Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi “dunia” kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada-Nya. Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rezeki itu datang·

Bahkan kita selalu bilang, kita lagi “HOKI!” Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rezeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan “batu kecil” yang kita sebut sebagai musibah agar kita mau menoleh kepada-NYA. Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat pada Nya sebelum Allah menurunkan azab kepada kita.

yy/islampos.com