25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

Islam, antara Rekayasa dan Realita

Islam, antara Rekayasa dan Realita

Fiqhislam.com - Merekahnya cercah cahaya Islam di atas bumi persada bukanlah rekayasa ataupun kebetulan semata, ia datang sebagai solusi atas keluh kesahnya kehidupan hingga akhir zaman, meskipun banyak yang menentang kebenarannya hingga sekarang.

Islam datang melalui lisan mulia sang aktor terbaik sepanjang zaman didunia maupun di akhirat, yaitu baginda Habibil Mustafa Muhammad ibnu Abdillah yang merupakan mega super suri tauladan yang dahsyat bagi segenap umat dalam segala sektor kehidupan.

Meskipun hingga sekarang masih banyak yang menebarkan rekayasa sesat tentang baginda rasul guna melumpuhkan cinta umat kepada sang baginda, bahkan mereka mencari seribu cara dan sejuta tipu daya serta menebarkan fitnah hingga kepada sistem adu domba sesama umat Islam untuk mencabut ruh Islam dari jasad Muslim, kalau sudah ruh Islam tercabut dari setiap insan maka akan tiba saatnya nanti dimana mereka akan tersenyum melihat keberadaan Islam laksana tubuh tanpa jiwa, hanya sebagai bangkai yang tanpa daya dan upaya.

Islam lahir dengan perjuangan, Islam berkembang dengan tetesan keringat, Islam menjulang tinggi dengan tetesan darah para pasukan yang mencintai kematian seperti halnya banyak orang mencintai kehidupan. Tentu sebuah fenomena yang sangat memilukan bila pada akhirnya Islam ini ibarat buih dilautan yang terombang ambing di bawa oleh ombak dan pada akhirnya di hempaskan ke tepian pantai tanpa punya arti dan makna.

Baginda Rasul pernah bersabda :”Pada suatu saat nanti, akan datang di tengah-tenah kamu wahai umat islam, dimana orang-orang lain di sekeliling kamu bersatu mengerubungimu, seperti bersatunya orang mengerubungi hidangan di atas meja makan.”

Kemudian sahabat bertanya, “Apa jumlah kami sedikit ketika itu, ya Rasulullah?”

Maka Rasul menjawab: “Tidak! Jumlah kamu ketika itu mayoritas bukan minoritas, akan tetapi kamu seperti buih yang terombang ambing dilautan, dan ketika itu akan dicabut kehebatanmu dimata musuh-musuhmu, karena kalian terlalu mencintai dunia, dan takut akan kematian.”

Dewasa ini, kita masih malu dan minder untuk menunjukkan identitas kita sebagai muslim sejati, apalagi dikalangan remaja dan pemuda yang dengan bangga memakai budaya luar agar kelihatan ngetren dan beken, padahal di pundak merekalah agama dan bangsa ini di pertaruhkan.

Itu dikarenakan opini yang berkembang bahwa orang yang berpenampilan dengan busana Islam dan melaksanakan syariat Islam dengan sempurna sudah tidak zamani dan kelihatan kolot, kalau semua remaja dan pemuda Islam sudah terpedaya dengan asumsi ini, maka cita membangkitkan Ruh Islam hanyalah tinggal nama semata. Dan ini peluang besar bagi para pembenci Islam untuk terus merekayasa segala opini untuk menghancurkan Islam dari dalam dan dari luar.

Namun seiring dengan berjalannya waktu semua realita terungkap, bahkan tuduhan mereka malah menjadi fitnah bukan fakta, bagaimana tidak, jika kita mau menelusuri ajaran Islam dengan baik dan cermat, bahwa Islam tidak Cuma mengajarkan kita ranah akidah dan Ibadah saja, namun Islam memberi tuntunan kepada pemeluknya dalam segala aspek dan sisi kehidupan. misalnya dari segi ekonomi, pada saat terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1977, ternyata sistem ekonomi Islam adalah satu-satunya solusi untuk menangani krisis tersebut. Dan sistem ekonomi Islam juga sudah mulai banyak di terima baik di negara berkembang meskipun

Negara maju sekalipun, dan kini system ekonomi Islam sudah mulai tumbuh di seantero jagat, mulai dari timur tengah, kawasan asia hingga Negara Negara barat seperti Inggris. karena sistem ekonomi Islam dapat mengatasi problematika ekonomi masa kini. Dan tidak hanya itu, penelitian abad modern telah membuktikan bahwa perintah dan aturan Islam tentang kehidupan manusia itu tidak lain karena bukti kecintaan sang khaliq kepada makhluknya, dimana semua perintah tersebut untuk menjaga keseimbangan hidup manusia itu sendiri.

Dan bila kita sorot dari sisi medis, bahwa perintah agama ini justru untuk kemaslahatan penganutnya. misalnya saja, Islam memerintahkan umatnya untuk berpuasa, dan menurut peneliti medis bahwa puasa adalah cara terjitu untuk menyeimbangkan proses pencernaan manusia. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuan berkebangsaan Rusia yang bernama Vladimir Nikitin, awalnya ia tertarik kepada umat Islam dimana agama Islam merupakan satu-satu nya agama yang mengajarkan puasa begitu banyak, mulai dari puasa nabi daud, puasa senin kamis dan lainnya. kemudian dalam eksperimennya ia mencoba membuat tiga kelomok tikus.

Kelompok pertama : dipuasakan senin kamis,
Kelompok kedua :dipuasakan nabi daud,
Kelompok ketiga :dipuasakan setiap hari tanpa buka dan sahur,
Kelompok keempat :diberikan makan setiap hari.

Kemudian apa yang terjadi?

Tikus kelompok 3 ternyata kurus kering umurnya juga pendek-pendek, dan tikus kelompok empat umurnya 2 tahun setengah, sedangkan tikus kelompok 1 dan 2 rata-rata umurnya 4 tahun, dari percobaan ini kemudian ia menarik kesimpulan ternyata puasa dapat memanjangkan umur.

Tentu ini bukan sebuah kebetulan, dan masih banyak pembuktian kebenaran Islam di sektor lain yang terungkap satu demi satu, dan ini akan mematahkan fitnah yang menyebar selama ini tentang kejelekan dan kekolotan Islam.

Akan hancur sebuah bangsa dan agama, apabila kehabisan stok penerus masa depan. jangan harap ada penganut agama lain membangkitkan syiar Islam kalau bukan umat Islam sendiri. Hilangkan permusuhan sesama umat, tinggalkan perdebatan khilafiah yang tidak berujung pada garis finish, mari kita didik remaja dan pemuda sebagai aset paling berharga untuk masa depan bangsa dan agama dengan menanamkan ruh Islam hingga berakar kuat di jiwa mereka, dan pada akhirnya nanti Islam akan bangkit dengan sendirinya, dan kejayaan serta kewibaan Islam yang kita rindukan akan kembali.

Oleh Mursla Mina
yy/islampos