22 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 01 Agustus 2021

basmalah.png

Hidup itu Ibarat Wortel, Telur dan Biji Kopi

Hidup itu Ibarat Wortel, Telur dan Biji Kopi

Fiqhislam.com - Anda tentu tahu wortel, telur dan biji kopi? Ya, wortel yang keras, telur yang lembek di dalamnya dan biji kopi yang keras tapi coba Anda bubukkan, Anda sediakan di atas meja. Setelah itu didihkan air di atas panci. Sediakan tiga tempat untuk mendidihkan air tersebut. Setelah air itu mendidih, panci pertama Anda isi dengan wortel, panci kedua dengan telur dan yang ketiga dengan biji kopi yang telah dibubukkan. Tunggulah hingga 15 menit lamanya.

Jika 15 menit telah dilalui, lihatlah apa yang terjadi dari ketiganya. Pasti ada perbedaan yang begitu mencolok kan? Ya, pertama wortel, yang tadinya keras kini menjadi lembek. Kedua telur, tadinya lembek menjadi keras. Dan yang ketiga, serbuk kopinya menghilang tapi warnanya jadi berubah, juga memiliki aroma yang sedap. Nah, lalu apa hubungannya dengan hidup kita?

Ketiga jenis tadi ibarat kehidupan kita. Air yang didihkan itu ibarat permasalahan dalam kehidupan.

1. Wortel

Wortel ini ibarat seseorang yang memiliki kekuatan. Ia selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan. Ketika ia akan mengikuti suatu kegiatan, ia bersemangat dengan menunjukkan kesugguhannya.

Ketika di tengah perjalanan, ia menemukan permasalahan, dan yang kita kenal ibarat air mendidih tadi, ia tidak sanggup dalam menghadapi permasalahn itu. Yang tadinya bersemangat dan kuat kini menjadi lembek dan lemah. Ia menjadi lelah, kehilangan harapan, putus asa. Tidak ada lagi semangat untuk berjuang. Dan biasanya ia akan menyalahkan keadaan yang kini menimpanya. Hingga ia pasrah menerima cobaan itu dengan tidak melakukan apa pun lagi.

2. Telur

Telur ini kebalikan dari sifat wortel. Telur berawal dari kelembutan dan sensitive. Ia selalu menebarkan kasih sayang pada sesama. Ia pun memiliki semangat yang tinggi dengan sepenuh hatinya.

Ketika ia ditimpa oleh suatu masalah, telur menjadi keras. Artinya, kini ia menjadi orang yang benci pada orang lain, tidak suka pada dirinya sendiri, juga memiliki hati yang keras. Jadi, ia tidak meiliki perasaan yang hangat selan kebencian. Telur pun sama seperti wortel yang menyalahkan keadaan, dengan beranggapan bahwa dirinya berubah karena lingkungan yang mempengaruhinya.

3. Biji Kopi

Biji kopi ini satu-satunya yang berbeda dari yang lain. Air mendidih tidak mengubah serbuk kopi, tapi serbuk kopilah yang mengubahnya. Maksudnya ialah, ketika ia mengalami masalah kehidupan, ia tidak berputus asa atau pun menjadi keras. Tapi, ia mengubah masalahnya itu sehingga bersatu dengan dirinya.

Ketika masalah menghadang, ia berpikir secara rasional tentang bagaimana ia harus bersikap. Hingga akhirnya ia bisa mengubah masalah itu menjadi suatu kenikmatan. Bahkan, bila masalah itu semakin besar, ia akan semakin nikmat menjalaninya. Masalah bukan lagi dianggap beban, tapi anugerah yang tak ternilai harganya. Ia tidak menyalahkan keadaan, tapi keadaan yang mengikutinya.

Nah sekarang, manakah tipe Anda? wortel, telur atau biji kopi?

Sebagai saran bagi Anda, jadilah seperti biji kopi yang dapat mengubah keadaan karena dirinya. Semakin panas airnya, yang kita ibaratkan sebuah masalah, maka akan semakin sedap rasanya. Teringat sebuah firman Allah SWT yang berbunyi.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. al-Baqarah: 286).

Jadi, masalah itu diberikan tidak akan melebihi kesanggupan yang kita miliki. Karena telah jelas terpaparkan dalam firman Allah tersebut. Maka, kenapa kita masih takut dalam hadapi masalah?

Kita bisa jadi biji kopi. Kita menjadikan dunia di sekeliling kita menjadi lebih baik. Jadi, bukan kita yang terbawa oleh lingkungan, tapi lingkunganlah yang berubah karena diri kita. Seperti layaknya kopi, pasti akan tercium aroma yang begitu sedap, begitu pula dengan hidup kita nantinya. [yy/islampos]