fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Cara Ukur Kesempurnaan Seseorang

Cara Ukur Kesempurnaan Seseorang

Fiqhislam.com - Jika ingin mengukur seberapa sempurna diri kita, cara terbaik adalah melakukan muhasabah seperti yang disarankan seorang sufi Sa'id bin Ismail atau yang lebih dikenal dengan nama Abu Utsman Al-Haeri (wafat 911 M).

Menurut sahabat sufi besar asal Irak, Junaid al Baghdadi, ini kesempurnaan seseorang terlihat ketika hatinya stabil dalam empat hal.

Pertama, harapan tak tercapai, hati tetap tenang. Kedua, harapan tercapai, hati pun tidak bangga. Ketiga, saat sedang tenar (menjadi selebriti) atau dihormati banyak orang, hatinya biasa-biasa saja. Terakhir, saat tidak dihargai orang lain, hatinya tidak pernah kecewa dan gundah.

Pernyataan Al-Haeri patut kita aplikasikan karena sejatinya, memang, kemuliaan harus disandarkan pada Tuhan. Sementara itu, merasa terhina karena tak “dianggap” orang hanyalah benih kesombongan.

Apa yang diutarakan oleh Al-Haeri ini adalah pengukuhan sikap rendah hati dan sederhana, yang kini seolah tak lagi dianggap sebagai kebaikan. Padahal, dalam kerendah hatian dan kesederhanaan ada tanda bahwa pemilik sifat itu sedang bersandar penuh pada Tuhan. [yy/rimanews]