17 Safar 1443  |  Sabtu 25 September 2021

basmalah.png

Hati yang Sehat, Hati yang Mati, Hati yang Sakit

Hati yang Sehat, Hati yang Mati, Hati yang Sakit

Fiqhislam.com - Hati yang Sehat, adalah hati yang selamat. Pada hari kiamat nanti, barang siapa menghadap Allah SWT tanpa membawanya, tidak akan selamat. Alah SWT berfirman dalam surat Asy-Syu’ara’ (26) ayat 88 dan 89, “… yaitu di hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang datang dengan hati yang bersih…

Hati yang Sehat didefinisikan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah, dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran.

Hati yang Mati, adalah hati yang tidak mengenal siapa Rabbnya. Ibaratnya seperti manusia berikut :

… Ia tidak beribadah kepada-Nya dengan menjalankan perintah atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya. Hati seperti ini selalu berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan duniaw, walaupun itu dibenci dan dimurkai Allah SWT. ia tidak peduli dengan keridhaan dan kemurkaan Allah SWT. Baginya, yang terpenting adalah memenuhi keinginan hawa nafsu


Hati yang Sakit, adalah hati yang hidup tetapi mengandung penyakit. Padanya ada kecintaan, keimanan, keikhlasan, dan tawakal kepada Allah SWT, yang merupakan sumber kehidupannya. Padanya pula ada kecintaan dan ketaatan terhadap dunia. Ia ada diantara dua penyeru; penyeru kepada Allah, Rosul, dan hari akhir, serta penyeru kepada kehidupan duniawi. Seruan yang akan disambutnya adalah seruan yang paling dekat dan yang paling akrab.

yy/islampos