fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Ingatlah Surga Seluas Langit dan Bumi

Ingatlah Surga Seluas Langit dan Bumi

Fiqhislam.com - Dalam hadapi segala tantangan kehidupan, janganlah kita takut. Jangan merasa bahwa kita tidak akan sanggup menghadapi segala hala rintang tersebut. Ketika kita menyadari bahwa kita belum berhasil dalam menghadapi masalah, maka janganlah bersedih. Ingat ya, kita belum berhasil bukan berarti kita tidak akan berhasil.

Allah SWT tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuan yang dimilikinya. Semakin berat ujian kita itu berarti keimanan kita pun sama halnya dengan ujian tersebut atau bahkan lebih. Tapi, ketika kita diberi ujian yang terbilang ringan, seperti halnya sakit gigi saja sudah merengek-engek dan bahkan menyalahkan Allah sebagai pemberi ujian, maka sudah dapat diprediksi bahwa kekuatan iman kita pun belum menggapai tahap tertinggi atau bahkan menengah.

Tak dapat dipungkiri memang, bahwa manusia pasti pernah mengalami kesedihan. Ada pula yang tak kunjung sembuh dari penyakitnya. Bahkan, ada saudara kita yang menderita kelaparan. Begitu pula dengan orang yang jatuh miskin secara tiba-tiba, walau ia merasa sudah menjaga amanah dengan baik. Atau bahkan mungkin orang yang selalu didzalimi oleh orang lain. Semua itu merupakan ujian kehidupan. Dan setiap ujian yang menimpa setiap insan itu pasti berbeda-beda.

Namun, orang yang beriman dan tidak, maka ketika menghadapi ujian tersebut, tidak akan larut dalam keterpurukannya. Artinya, ia akan terus bangkit dan percaya atau pun yakin pasti ada sesuatu yang terbaik di balik itu. Lalu apa tips yang harus digunakan oleh orang beriman agar tidak terlarut dalam keterpurukan? Ialah mengingat kenikmatan surga yang lebih kekal abadi.

Ya, itulah salah satu cara yang dapat kita lakukan sebagai obat penenang hati dikala susah. Kita pikirkan keindahan surga yang luasnya seperti langit dan bumi, sungguh tak terbayang berapa luasnya bukan? Keindahan surga berkali-kali lipat daripada indahnya dunia. Maka, tak sembarangan orang yang dapat masuk ke sana. Orang Muslim pun belum terjamin bisa masuk ke dalamnya jika tak ada rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT.

Oleh karena itu, jika kita ingin dikasihi dan disayangi oleh Allah SWT, kita harus merayu-Nya. Eits, jangan salah arti, merayu di sini ialah senantiasa dekat dengan-Nya. Dengan selalu melakukan apa yang diperintah dan dilarang oleh-Nya.

Nah, salah satu bukti kasih sayang Allah ialah berupa ujian. Ketika kita mampu menyelesaikan ujian tanpa mengeluh, insya Allah, Allah akan semakin sayang kepada kita. Namun, sebaliknya jika kita tak mampu hadapi ujian yang diberikan oleh Allah, maka jangan harap kita akan mendapatkan rahmat dari-Nya. Jika sudah begitu, apakah kita masih bisa masuk ke dalam surga-Nya Allah? Wallahu ‘alam

yy/islampos