14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Berdiskusi dengan Nafsu dan Maksiat

Berdiskusi dengan Nafsu dan Maksiat

Fiqhislam.com - Ketika nafsu membisikkan suatu maksiat untuk menjadi suatu pilihan, cobalah ajak diskusi dengan penuh kelembutan hati untuk merenungkan: "Katakanlah: Apakah itu yang terbaik ataukah surga keabadian yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa?"

Hati yang terbuka akan menangis merenungkan ayat di atas, hati yang tertutup akan marah dan menyatakan sebagai pilihan setiap orang beda-beda, orang yang hatinya kadang tertutup dan kadang terbuka merasa ragu dan bingung di antara dua pilihan.

Sungguh berbahagialah mereka yang senantiasa bersama dengan mereka yang pintu hatinya terbuka. Walau lentera dirinya tak menyala terang, masih bisa berjalan bersama mereka yang berlentera terang.

Kita saling doa ya, saling bergandeng tangan, mendekat dan bersama dengan orang-orang yang berlentera. Jumlah mereka tak banyak, namun selalu ada. Tanda-tanda mereka adalah lidahnya yang tak pernah kering dari dzikir, hatinya yang tak pernah sepi dari tauhid, sikapnya yang tidak pernah merugikan orang lain, dan keseluruhan hidupnya yang bisa menjadi teladan bagi yang lain.

Oleh Ahmad Imam Mawardi
yy/inilah