pustaka.png
basmalah.png


13 Dzulqa'dah 1442  |  Rabu 23 Juni 2021

Ghulam Al Qodiyani: 1 dari 30 di Penghujung Hayatnya

Ghulam Al Qodiyani: 1 dari 30 di Penghujung Hayatnya

Fiqhislam.com - Orang-orang yang mengaku dirinya sebagai nabi sebenarnya bukan zaman sekarang saja terjadi. Di India, kurang lebih satu abad yang lalu pengklaiman pengakuan bahwasanya ia seorang nabi sudah dilakukan oleh Mirza Ghulam Al Qodiyani. Ia menganggap telah menerima sebuah wahyu dari langit.

Ghulam juga mengatakan, Allah SWT telah memberi berita yang cukup menggembirakan bahwa ia akan hidup selama delapan puluh tahun. Ia pun mempunyai para pengikut.

Tentu ulama tidak tinggal diam. Banyak ulama yang menentang pengakuan nabi Ghulam. Salah satu antara ulama yang menolak pengakuan nabi ghulam ialah Syaikh Tsana Ullah al-amir Tasri.

Di tahun 1326 H/1908 M. Mirza menantang syaikh Tsana Ullah. Dia mengajak Syaikh Tsana untuk bersumpah bahwa siapakah diantara mereka yang berdusta. Mirza berdoa kepada Allah agar kelak siapa yang terbukti sebagai seorang pendusta, maka akan terserang penyakit lepra yang akan berhujung kematian.

Satu tahun berlalu. Mirza tertimpa apa yang telah ia katakan. Seperti yang dikisahkan sang mertua, menantunya (Mirza) terkena penyakit kolera. Ia tidak bisa berkata apa apa hingga maut menjemputnya.

Itulah akhir hayat kisah orang yang mengaku sebagai nabi. Satu persatu akan timbul ke permukaan sampai jumlah genap 30 orang.

Sebagaimana yang disabdakan nabi Muhammad SAW yang akan muncul pada akhir zaman kelak ialah Dajjal. Lalu turunlah Isa Ibn Maryam untuk memadamkan api fitnah Dajjal.

Mungkin 30 orang yang sebagaimana Nabi sabdakan dipertanyakan diantara kita. Sebab sampai sekarang lebih dari angka tiga puluh orang yang mengklaim dirinya sebagai nabi.

Yang disebut 30 orang diatas dalam sabda Rasulullah itu ialah mereka yang memiliki pengaruh, kekuasaan dan pengikut. Mereka yang mengaku nabi namun tak punya pengaruh, kekuasaan, maupun pengikut tidak masuk hitungan.

yy/islampos
Sumber: Kiamat Sudah Dekat/Dr. Muhammad al-‘Areifi/Penerbit Qithi Pres – 2011