25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

Ciri Umat Rasulullah yang Paling Cerdas dan Mulia

Ciri Umat Rasulullah yang Paling Cerdas dan Mulia

Fiqhislam.com - Hidup di dunia ini adalah kesempatan satu-satunya dan terakhir kalinya. Memang sebentar tetapi menentukan keadaan kita selama-lamanya.

Sungguh setiap detik yang berlalu tidak akan pernah mampu kita ulangi lagi. Padahal kita akan hidup di akhirat selama lamanya, dan waktu untuk mengumpulkan bekal di akhirat terlalu sebentar. Lantas bisa kah main-main?

Ingat, menyesal di akhirat tidak ada gunanya. Kalau ingin menyesal, sekarang mumpung hidup masih ada. Karenanya taatilah Allah, segera sungguh-sungguh bertaubat, jangan lambat, karena kematian selalu datang secara tiba-tiba!

Seandainya malam ini Perusahaan Listrik Negara mengumumkan besok pagi listrik akan dipadamkan selama 3 hari penuh karena ada perbaikan, itu sudah cukup membuat kita panik, waktu terbatas untuk persiapan, lilin jadi rebutan, ember dan bak-bak air pun dipenuhi.

Lalu pernahkah kita berpikir akan gelapnya alam kubur, bagaimana dengan mereka yang telah bertahun-tahun di alam kubur.

Rasulullah bersabda, "Umatku yang paling cerdas, paling mulia, paling sukses adalah umatku yang paling banyak "dzikirul maut" ingat mati, lalu mempersiapkan diri menghadapi kematian".

Subhanallah, itulah membuat hamba beriman selalu taat, selalu jaga wudhu, selalu berzikir, selalu berbuat baik, semangat berdakwah dan berani menegakkan yang hak bahkan menghancurkan kebatilan dengan segala resikonya.

Rasa-rasanya tidak ada persoalan yang paling dahsyat kecuali saat sakaratul maut tiba, suasana sendirian di alam kubur, hebatnya hari kiamat dan tegangnya Hari Pertanggung-jawaban di akhirat kelak.

Allahumma ya Allah tetapkanlah hati kami dalam kesungguhan taqwa kepadaMu, dan wafatkanlah kami dalam beriman kepadaMu... Aaamiin.

Ustaz Muhammad Arifin Ilham
yy/republika