22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Pahami Destinasi Setan

Pahami Destinasi Setan

Fiqhislam.com - Al-Qays bin Harits dalam kitab Hilyatul Awliya' wa Thabaqaatul Ashfiya' menyatakan begini: Jika ketika engkau shalat ada syetan datang kepadamu berbisik "kamu itu shalat dengan riya' alias ingin dipuji selain Allah," maka semakin panjangkanlah shalatmu.

Rupanya setiap nasehat syetan itu mengandung intrik negatif agar kita segera menyelesaikan shalat dengan anggapan rugi kalau diperpanjang karena juga tidak ikhlas. Melawan apa yang dituju syetan adalah jihad yang sangat berat.

Ingatlah tujuan-tujuan akhir tipu daya syetan, kemudian jauhkan diri untuk tiba dan jatuh dalam perangkapnya. Perangkapnya seakan benar dan indah, namun ujungnya pasti pada destinasi akhir yang dituju syetan.

Apa saja destinasi akhir syetan? Jawabannya adalah kelalaian dari kewajiban agama, kebencian dan permusuhan. Apapun yang akan mengantarkan pada kelalaiaan, kebencian dan permusuhan adalah alat-alat yang dihembuskan dan digerakkan oleh syetan, termasuk permainan atau musik yang melupakan kita kepada Allah dan ajakan beragama (dakwah) yang mengandung permusuhan atau kebencian.

Dalam dakwah, mengajak kebenaran, Allah dan rasulNya selalu mengajarkan kelembutan, kebijaksanaan dan keberadaban yang menyentuh, menyejukkan dan mendamaikan. Itulah model dakwah para nabi-nabi. Sementara dakwah yang menyebabkan sakit hati dan kebencian, ancaman dan kekerasan, hinaan dan celaan sungguh tidak memiliki akar sejarah sepanjang sejarah dakwah para nabi dan salafus shalih.

Hentikan kebiasaan mengkafirkan orang lain, menilai negatif orang lain dan mengklain kebenaran tunggal hanya menjadi miliknya. [yy/inilah]

 

Tags: Setan