22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Karakter dan Kepribadian Mulia Jadi Penentu Nilai

Karakter dan Kepribadian Mulia Jadi Penentu Nilai

Fiqhislam.com - Lautan tak pernah mengeluh apalagi menangis karena beragam ikan lalu lalang di dalamnya, mencari makan dan bahkan berkembang biak di dalamnya. Laut tahu bahwa dirinya ditakdirkan menjadi tempat untuk itu semua, dan tahu bahwa ikan-ikan laut itu tak bisa hidup di luar lautan.

Lalu mengapa kita harus mengeluh dengan orang-orang yang hanya lalu lalang di depan kita, atau bertempat dalam kehidupan kita, atau menjadi beban bagi kita sementara mereka memang tak menemukan tempat yang nyaman selain bersama dalam kehidupan kita?

Namun ikan-ikan di laut itu mengerti diri, pandai menempatkan diri, dan sadar diri. Tak ada ikan yang berkehendak meminum habis semua air di lautan dan tak ada yang iri hati, benci dan marah pada lautan. Mereka menari indah dan menabur manfaat bukan hanya pada lautan namun kepada makhluk di luar lautan.

Saat ini kita tanyakan pada diri kita. Kitakah lautan-lautan itu? Atau kitakah ikan-ikan dalam lautan itu? Kebesaran jiwa lautan harus kita teladani ketika kita adalah lautan, maka permata dan mutiara akan menjadi milik kita selamanya. Keanggunan, keindahan dan kemanfaatan ikan harus menjadi karakter kita, ketika kita adalah ikan yang ditakdirkan hidup dan berenang dalam lautan kehidupan orang lain.

Mulianya karakter, indahnya kepribadian, baiknya perilaku dan santunya kata sungguh menjadi penentu nilai kita sebagai manusia. Itukah yang kita miliki? Semoga. Semua kita adalah dalam proses, proses menjadi. Jangan pernah berhenti berupaya dan berdoa. [yy/inilah]