11 Safar 1443  |  Minggu 19 September 2021

basmalah.png

Berkata Benar Belum Tentu Baik

http://2.bp.blogspot.com/_Sjyrtn4bdH8/S_jQsm-5BhI/AAAAAAAAA-k/FUUOAKHngdc/s400/lisan+baik.jpgSaya mendapatkan pelajaran berharga hari ini tentang menyenangkan hati orang lain dengan kata-kata. yup betul sekali. menyenangkan dengan kata-kata, bukan hanya kata-kata yang diucapkan, tapi juga kata-kata yang tidak diucapkan. bukan bermaksud menyembunyikan, namun lebih ke menjaga perasaan.

sore ini saya secara spontan mengajak rekan2 KKN saya untuk ber-attack-ria (makan-red) di sebuah restoran fastfood. dari beberapa kawan yang saya sms akhirnya hanya terkumpul 2. bertiga saja akhirnya. saat salah seorang teman saya pergi ke wastafel, tiba2 kawan saya yang satu lagi mengambil tasnya dan berkata,

” bel kamu miladnya bulan desember kan ya?”

” iya, knp ik?” lalu dia mengeluarkan sesuatu.

” Ini, aku mau kasih kado..kadonya duluan yak..”

ternyata dia mengeluarkan sebuah buku. sudah tentu saya gembira tapi sekaligus menyesak di dada. hampir saja terucap kata2 yang kalau saja tak saya tahan akan bisa membuatnya sedih dan menyesal (mungkin). mengapa? karena sejujurnya saya sudah punya buku itu.

ketika saya tanya,

” kok kepikiran ngasih buku ini sih? pasti gara2 aku nanya2 soal cinta mulu yak? bosen ya?hehehe..”

” Ah enggak bel! soalnya kalo ditanya2 gitu suka bingung jawabnya. daripada salah mending aku beliin buku aja sekalian biar bisa baca langsung.”

” Waah makasih banyak yak!” saya tersenyum tanpa bisa ngomong apa2 lagi. setelah itu teman saya tersebut sibuk bercerita tentang buku itu, juga bonus cd nasyidnya. dengan semangat dia mengatakan dia membelinya langsung di percetakannya dan disana bertemu dengan pengarang buku tersebut. lalu dia juga merasa sangat menyesal kenapa tidak meminta tanda tangannya. dia juga bangga pamer sempat bersalaman dengan pengarangnya. wooo..heboh deh..

begitulah kawan..saya sudah memiliki buku itu adalah sebuah kebenaran. kebenaran yang seharusnya disampaikan, namun kebenaran yang ini jika disampaikan akan menjadi tidak baik.

sebagai seorang yang beragama, yang yakin akan dosa dan pahala, tentunya mengatakan kebenaran adalah suatu hal yang wajib. namun ingat kawan sekali lagi, bahwa berkata benar itu belum tentu baik. lebih baik berkata baik daripada berkata benar. bukan. saya bukan sedang menganjurkan anda sekalian untuk berbohong, bohong putih sekalipun. saya hanya menganjurkan untuk berkata baik. bagaimana berkata baik itu?

menurut ustad salim a fillah, berkata baik adalah yang benar isinya, indah caranya dan tepat waktunya. dengan begitu tak akan ada lagi “jujur itu lebih baik walaupun menyakitkan”. sungguh kejujuran tak akan jadi menyakitkan jika dikatakan dengan cara yang indah dan waktu yang tepat.

bayangkan..

coba bayangkan jika saya memilih mengatakan kebenaran. bayangkan apa yang teman saya rasakan jika saya mengatakan saya sudah memiliki buku tersebut. kecewa pasti. runtuh rasa bangganya. puji syukur kepada Allah yang telah menahan lisan saya. sungguh saya sangat bersyukur Allah menyayangi kami..menjaga saya dari menyakiti hatinya, menjaga dia dari sakit hati..karena jika dia sakit hati, sudah tentu saya juga akan merasa sakit hati krn telah menyakitinya..

berbeda dengan kisah om saya dan kakak iparnya, waktu om berjalan2 dengan keponakannya (anak dari kakak iparnya tersebut), om saya membelikan sebuah buku kepada keponakannya itu yang rupanya tertarik dengan buku tersebut. sampainya mereka di rumah, si keponakan dengan bangga memamerkan buku barunya kepada ibunya. apa yang terjadi? ibunya marah2 dan mengatakan bahwa si anak ini kurang teliti karena ternyata si ibu sudah memiliki buku dengan judul yang sama. beliau juga mengatakan bahwa si anak ini merepotkan si om.  sungguh saya sedih melihat perlakuan si ibu. om saya langsung terlihat sangat kecewa dan terluka.

lihat kan kawan bagaimana bedanya? semoga sedikit ulasan ini dapat membuat kawan2 lebih bijaksana dalam berkata-kata..lebih hati-hati dalam berbicara agar tidak mengecewakan ataupun menyakiti orang lain..

semoga bermanfaat..

belind | muda.kompasiana.com