16 Rabiul-Awal 1443  |  Sabtu 23 Oktober 2021

basmalah.png

Tetaplah Positif Memandang Siapapun

Tetaplah Positif Memandang Siapapun

Fiqhislam.com - Kasihan sekali nasib orang tua miskin ini, datang ke rumah orang kaya dengan tertatih-tatih walau telah bertumpu tongkat langsung ditatap dengan tatapan sinis karena dianggap sebagai peminta atau minimum pengharap sumbangan. Padahal kedatangannya hanya ingin mengabarkan kepada tuan rumah bahwa cucunya yang baru belajar sepeda motor itu kebut-kebutan dan menabrak kambing tetangga sebelum nyungsep ke selokan.

Kasihan pula tukang tambal ban yang satu ini, di tengah hiruk pikuknya kunjungan idul fithri, dia datang dengan baju khas tukang tambal ban ke rumah mentereng sebuah perumahan, langsung disodori uang seribu rupiah dan disuruh cepat-cepat pergi sebelum berkata apa-apa. Padahal kedatangannya adalah untuk mengembalikan dompet yang ditemukannya di dekat warung tambal bannya yang berisikan KTP, SIM, STNK, kartu kredit dan sejumlah uang milik sang tuan rumah.

Tidak semua yang datang ke rumah kita adalah butuh bantuan kita, bisa saja mereka datang untuk memberi. Tidak setiap yang menelpon kita itu mengharap sesuatu dari kita, bisa saja mereka akan memberikan kabar baik ataupun doa. Tetaplah positif memandang siapapun dan apapun yang Allah takdirkan kepada kita.

"Jangan terbiasa memandang sinis dan remeh orang yang secara sosial ekonomi berada di "bawah" kita, bisa jadi mereka berjiwa lebih mulia dibandingkan kita. Tidak semua orang miskin berjiwa peminta sebegaimana tidak semua orang kaya berjiwa dermawan. Ada saja orang miskin yang dermawan dengan apa yang dimilikinya sebagaimana ada juga orang kaya yang masih menjadi pengemis di tengah jumlah kekayaannya yang sudah berlimpah." Demikian nasehat kakek pada cucunya yang hidup di tengah persaingan kehidupan yang sangat menggila.

Sementara itu, beberapa ulama berkata: "Tanda-tanda akhir zaman adalah ketika orang kaya sudah banyak menjadi pengemis, sementara orang miskin sudah banyak menjadi ahli sedekah (dermawan)." Ahmad Imam Mawardi mengajak: "Kalau kita kaya, jadilah orang kaya yang dermawan, dan kalau kita miskin, jadilah orang miskin yang berhati mulia yang pantang bermental pengemis."

Oleh Ahmad Imam Mawardi
yy/inilah