12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Sumber Mencintai dan Dicintai

http://2.bp.blogspot.com/_uaAL_eBxCao/TEwyJtX9wPI/AAAAAAAADBU/6JPL_DZpvLA/s400/2234216982_770a7f1a0a_m.jpg

Pertama, Kesadaran.
Ketika kita sadar atas sesuatu, kelebihannya, kehebatannya, potensinya, maka cinta akan timbul. Bagaimana bila kita sadar atas sesuatu dari sisi kelemahannya, kekurangannya, kecacatannya, bisa timbul juga kah cinta? Tentu saja. Maka kita tak akan mengeluh atas apapun.

Itulah kehebatan kesadaran. Ia cahaya yang sungguh terang. Ketika cahaya itu menerpa apapun – baik atau buruk – cinta akan timbul. Akan ada perasaan halus yang menenangkan di satu sisi, dan perasaan bergolak yang menyemangatkan di sisi lain.

Manusia yang sadar siapa dirinya akan mencintai orang yang baik padanya. Bagaimana dengan orang yang bersikap buruk padanya? Ia pun akan mencintainya. Itulah cinta. Ia buta dan membutakan.
Maka cinta itu buta. Benar. Bila mata kita buta, kita hanya melihat kegelapan. Bagaimana bila kita dibutakan cinta? Maka kita hanya melihat sisi kebaikan atas segala sesuatu. Segala sesuatu akan terlihat indah bila kita melihatnya dengan cinta.

Kedua, Ilmu.
Ilmu pengetahuan adalah sumber cinta. Ketika kita mendapat ilmu pengetahuan atas sesuatu, lalu kita memahami kaitannya dengan diri kita, cinta pun timbul atas sesuatu itu. Kita tahu akan Tuhan, betapa Tuhan itu sangat baik pada kita, maka cinta lah kita pada-Nya. Kita tahu akan bangsa ini, sejarahnya, penderitaannya, kesuksesannya, kegagalannya, potensinya, kesulitannya, maka timbullah cinta kita padanya.

Ilmu pengetahuan bukan hanya sumber cinta. Ia juga memberikan cara mencinta yang pas alias tidak berlebihan. Mencinta yang kontekstual dan prinsipal. Mencinta yang buta kecuali pada kebenaran. Para ilmuwan tenggelam dalam ilmu. Mereka pun mencintai ilmu. Maka berkembanglah ilmu pengetahuan sekarang ini. Itulah manfaat para pencinta ilmu.

Ketiga, Syukur
Syukur kita lakukan karena kita merasa telah diberi kenikmatan. Diri kita ini juga kenikmatan bukan? Karenanya, sangat layak untuk disyukuri. Maka syukur atas diri kita menimbulkan cinta atas diri sendiri. Syukur atas istri membuat cinta kita makin menggelora dan tak ada padamnya. Syukur atas negeri yang hebat ini membuat kita mencintainya.

Syukuri kehidupan, maka kehidupan akan mencintai kita. Syukuri kemiskinan, maka kita bisa keluar dari kemiskinan itu. Syukuri kekayaan, maka kekayaan akan mendatangkan manfaat besar bagi kemanusiaan. Syukuri kekuatan, maka ia akan membawa kita pada kesuksesan. Syukuri kelemahan, maka kelemahan akan menampilkan kekuatannya. Ingat,kelemahan adalah kekuatan yang belum diketahui.

Keempat, Tindakan baik

Kita cinta pada ibu dan ayah kita. Kenapa? Tentu karena beliau-beliau itu telah melakukan banyak sekali tindakan baik pada kita. Ibu kita mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik, menjaga dan sebagainya. Ayah kita bertanggung jawab atas kualitas kita. Maka kita pun mencintai mereka. Apa yang terjadi bila ketika anak-anak kita tak diurus bahkan disiksa? Akan sangat sulit bagi kita untuk mencintai orang tua seperti ini.

Meskipun, bila kita sadar kita pun bisa mencintai orang tua kejam seperti ini. Bagaimana bisa? Karena kesadaran kita memberi tahu : “Mencintai itu memberikan manfaat terbesar bagi yang melakukannya”. Jadi, ketika kita mencintai siapapun yang bersikap kejam pada kita, maka sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri. Menolong dari apa? Dari kepedihan atas kekejaman itu. Dari dendam yang menyakitkan hati kita. Dari ketidakberdayaan atas diri kita sendiri. Koq bisa? Karena mencintai itu sebuah kekuatan yang menimbulkan keajaiban.

Jadi, inginkah anda mencintai dan dicintai? Berbuat baik lah terlebih dahulu.

Kelima, Uang.
Uang adalah juga sumber cinta. Maka orang-orang yang punya uang lebih mudah meraih cinta. Kenapa? Karena uang pun sebuah kekuatan besar. Cinta senang pada orang-orang yang kuat. Terutama orang-orang yang kuat tak tergoda oleh egonya.

Uang adalah sumber cinta yang paling besar resikonya. Maka, jangan jadikan sebagai prioritas utama. Prioritaskan 4 sumber cinta yang lain terlebih dahulu, karena memang 4 sumber lain itu jauh lebih penting dari uang. Uang digunakan sebagai faktor yang memudahkan, mempercepat dan melengkapi saja.

Cinta yang didapat hanya berdasar uang hanya akan membawa kita pada kehancuran fatal yang pasti sangat menyakitkan.

Kesimpulan dari kelima sumber cinta diatas:
“Kesadaran ibarat cahaya, cahaya cinta yang selalu melihat segala sesuatu dari sisi baiknya. Dengan  Ilmulah  cinta itu timbul kita mengetahui kelebihan, kekurangan, keindahan, dan kebaikannya. Syukur adalah sumber kekuatan kita untuk membuka kekuatan tersembunyi dalam diri. Sedangkan tindakan yang baik adalah kunci kita untuk mencintai dan dicintai karena dengan banyak memberi tindakan yang baiklah kita bisa dicintai. ” Dan yang terakhir adalah uang, uang adalah pelipat ganda 4 sumber cinta tadi, uang bukan segalanya tapi segalanya akan terasa sulit tanpa uang.
(adiramasangdarmawan.blogspot.co)