13 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 20 Oktober 2021

basmalah.png

Memerangi Hawa Nafsu

http://kitong.files.wordpress.com/2007/11/apikecil.jpg?w=270&h=360

Urgensi dari tujuan sabar adalah menaklukkan syahwat, menuntunnya kepada sesuatu yang baik, sehingga manusia sanggup menjaga diri dan terhindar dari keburukkan.

Hukum-hukum Allah telah disyariatkan untuk mengatur jalannya syahwat, menghentikan nafsu ketika ia bangkit, serta membuatkan hubungan untuk mencegah dan mengantisipasi hal itu. Jikasyahwat menang maka hal itu adalah suatu keberuntungan dan jika hukum menang, maka manusia terhindar dari syahwat, Karena memang hal itu adalah suatu kerugian yang nyata.

Semua agama telah mengatur nafsu syahwat dengan baik, serta menyediakan kekuatan manusia peluang bahagia demi untuk memanfaatkan syahwat di dunia dan kelak di akhirat.

Kehendak Allah untuk memuliakan bani Adam adalah dengan memberikan mereka nafsu. Nafsu yang tidak diberikan kepada lainnya, Karen memang dalam jiwa manusia itu terdapat nafsu, dalam akalnya terdapat nafsu dan dalam tubuhnyapun terdapat nafsu.

Dalam hal ini banyak manusia yang menyangka bahwa materi yang melingkupi nafsu adalah saling bermusuhan dan saling bertentangan, ia tidak mengetahui bahwa sejarah banyak yang diperbudak oleh nafsu hingga masa sekarang, yaitu ketika ilmu teknologi semakin berkembang dan terus membuat inovasi baru dengan kecanggihannya dan dengan dorongan nafsu.

Akan tetapi ketika manusia salah dalam menggunakannya (nafsu), berpaling dari jalan yang dapat merusak nafsu tersebut serta tersekat dalam kehinaan, maka mereka akan mengalami kisah yangpedih meskipun mereka tidak merasakan.

Pernahkah melihat orang yang mabuk, bagaimana minuman keras dapat merusak jiwa mereka dan masyarakat? Mereka adalah orang-orang yang selalu berputar dalam lingkaran-lingkaran kosong yang sia-sia. Lalu apakah kerusakn yang dapat kita lihat dari; arak, zina dan pembunuhan. Padahal mereka memilih arak karena menyangka bahwa araklah yang lebih meringankan diantara ketiga itu, lalu bagaimana dengan zina dan pembunuhan?

Adapun nafsu-nafsu manusia kapada wanita, syariat telah memberikan perlindungan kepada wanita dan menyediakan kebahagiaan dan kenikmatan yang benar bagi manusia, yaitu dengan memberikan aturan-aturan yang tertulis serta ajaran-ajaran yang jelas tentang bagaimana seorang suami yang mangistimewakan istrinya. Sebaliknya seorang istri bagaimana membahagiakan suaminya tanpa saling menyakiti.

Dalam ikatan jiwa terpancar kedamaiaan dan kebahagiaan materi dan rohani, seperti anak atau keturunan. Dari hal ini, apakah zina lebih utama dari pada nikah? Zina merupakan nafsu syahwat yang bisa merusak serta memutuskan ikatan ruh dalam masyarakat, meletakkan kerendah dan kebencian, permusuhan dalam hati manusia, serta mengabaikan rasa kedamaian dan kemuliaan, Zina telah membuat kegelapan buruk sangka dan lain-lain.

Itulah pengaruh ruhiah, sedangkan pengaruh jismiah (materi), maka hal itu lebih banyak dan lebih banyak dan lebih buruk lagi, yaitu virus-virus buruk yang memarjinalkan merka berupa harta yang melimpah ruah yang ada di tangan mereka dan yang dapat menjadi kelemahan bagi mereka, padahal kelemahan adalah markas kesengsaraan dan tempatnya cobaan, tidak punya anak dan tidak penya keturunan.

Jika mereka bertindak seprti binatang, mereka seperti binatang, itulah nafsu syahwat. Nafsu tersebut dimiliki oleh manusia dan yang bisa merendahkan dirinya, tidak ada yang menyenangkan bagi binatang kecuali hanya kepuasan. Ketika binatang itu telah mencapai titik kepuasannya, maka ia tidak bernafsu lagi.

Cara menormalisir syahwat yang ada pada hewan adalah tergantung kepada watakanya, sedangkan menormalisir syahwat yang ada pada manusia adalah menyesuaikannya dengan akal, agama, masyarakat serta aturan dan hukum-hukumnya. Dalam nafsu binatang, terdapat wabah dan kesengsaraan yang tidak pernah berakhir.

Apakah kamu pernah melihat binatang mengeluh karena tidak mempunyai keturunan, seperti yang dilakukan oleh manusia? Lalu apakah kamu juga pernah melihat pemerintah menjadi bingung dikarenakan nasib hewan ini (tidak mempunyai keturunan) sehingga dibangun untuknya rumah sakit hewan untuk mengobati penyakit tersebut, yaitu seperti yang dilakukan untuk manusia. (akhmadfathir.blogspot.com)