15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Mencari Sosok Pejuang Islam Sejati

Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu, lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. (QS. At Taubah: 92)

http://1.bp.blogspot.com/_LmaNwMdnQOw/SWi6W6yzw6I/AAAAAAAAAc8/RnSHd24Uo8M/s320/syuhada.jpg

Mari kita renungkan, tentang perkara apakah ayat ini berbicara. Para ulama kita menyebutkan bahwa ayat ini bercerita tentang sebuah peperangan di musim paceklik. Sebagian para sahabat mendatangi Rasulullah meminta untuk diikutsertakan dalam peperangan itu. Diantara mereka adalah Ulbah ibn Zaid dan beberapa sahabat Anshar (dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa jumlah mereka 7 orang).

Mereka datang untuk mendaftarkan dirinya ikut dalam peperangan demi mendapatkan keridhoan Allah. Mengorbankan jiwa di jalan Allah. Lalu Rasulullah menyampaikan bahwa Beliau tidak bisa mengikutsertakan mereka dalam peperangan itu dikarenakan sedikitnya perbekalan, persenjataan dan kendaraan.

Singkat cerita, mereka terpaksa berbalik. Apa yang terjadi pada mereka? Bukankah Allah mempersaksikan mereka dalam firmannya:

Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu, lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. (QS. At Taubah: 92)

Mereka pulang bukan dengan kebanggaan dan mengatakan: Kita kan mendapatkan Rukhshoh untuk tidak ikut berperang dari Rasulullah. Lihatlah dalam ayat itu. Mereka berpaling, sedang mata mereka meneteskan air mata. Air mata kesedihan karena tidak bisa memberikan apa-apa untuk Agama ini pada saat itu. Merekalah yang termasuk orang-orang yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari:

“Sesungghnya orang-orang yang kita tinggalkan di madinah, tidaklah kita melewati jalan-jalan di gunung dan di lembah, kecuali mereka bersama-sama dengan kita, mereka terhalang (tidak ikut perang) karena udzur.” (HR Bukhari)

Dan dalam riwayat dari Imam Muslim disebutkan:

“Melainkan mereka bersekutu dengan kalian dalam pahala”

Itulah air mata seorang pejuang. Air mata pejuang sejati. Air mata orang-orang yang merindukan kejayaan ummat Islam.

Di manakah air mata Ulbah bin Zaid. Air mata inilah yang hilang dari kita. Air mata kesedihan melihat kondisi ummat ini. Hari ini, tidaklah air mata kaum muslimin keluar melainkan karena dunia yang luput dari tangan mereka. Tidaklah air mata ini meneres melainkan karena kesenangan pribadi yang tidak tercapai.

Kita mencari sosok Ulbah bin Zaid di abad ini. Sosok pejuang Islam sejati yang rindu dengan kejayaan ummat ini. Biarkan mereka menangisi dunianya, katakan di hadapan para pecinta dunia itu:

“Aku telah mewaqafkan diriku untuk agama dan perjuangan ini dan cukuplah keridhaan Allah sebagai hartaku yang paling berharga yang akan aku tangisi jika dia terlepas dari tanganku”.

Semoga Allah menjadikan kita pejuang-pejuang agamaNya.

Sumber : Millis Group Fb Jejak Salaf | Artikel : abuthalhah.wordpress.com