pustaka.png.orig
basmalah.png


9 Dzulqa'dah 1442  |  Sabtu 19 Juni 2021

Pluralisme dan Agenda Masonic

http://3.bp.blogspot.com/_ZJFO65blIc0/SZLMUQMJowI/AAAAAAAAACk/r4NLPcObJVw/s320/PluralismLogo.gif
foto 3.bp.blogspot.com

Artikelislami.wordpress.com - Semua agama itu sama. Semua agama merupakan jalan menuju kebenaran dan kebajikan. Semua agama mengajarkan cinta kasih. Keselamatan itu bisa didapat melalui agama apa pun. Semua agama itu baik dan benar. Begitulah para pluralis berkata. Tampak begitu indah dan menjanjikan kedamaian. Semua akan berbicara atas nama cinta, tak peduli siapa Tuhan yang disembah. Mereka menggembar-gemborkan cinta dan kebajikan sebagai ganti Tuhan. Atas nama cinta, ajaran Tuhan dapat dikesampingkan.

Muslimah menikah dengan pria non-Muslim atas nama cinta, walau Tuhan melarang. Membiarkan orang mendirikan bar dan rumah bordil atas nama kasih, walau Tuhan melarang meminum khamr dan berzina.

Paham seperti ini lahir dari tahapan panjang yang berawal dari agenda masonic. Para masonic ini ingin menciptakan era kekacauan. Lalu mereka akan muncul menawarkan diri sebagai pahlawan.

Pluralisme diawali dengan tahap sekulerisme. Mungkin Anda tidak setuju dengan saya, dan Anda mungkin dapat mengungkapkan pendapat yang lebih baik dari ini. Tetapi, inilah pendapat saya, orang awam yang bodoh.

Sekulerisme yang sesungguhnya adalah paham keduniawian. Pemisahan antara agama dan institusi negara hanyalah bagian dari sekulerisme. Sekulerisme yang sesungguhnya itu mengajarkan bahwa eksistensi itu hanyalah yang ditangkap oleh indera. Tidak ada alam ghaib, tidak ada Tuhan, tidak ada malaikat, tidak ada setan, tidak ada jin, tidak ada surga dan tidak ada neraka.

Tetapi mereka percaya dengan adanya aqal, dan menganggap bahwa mimpi itu bukan kehidupan. Padahal mereka berkata bahwa yang tidak nampak mata itu tidak ada, sedangkan aqal itu tak tampak oleh mata. Mereka juga berkata bahwa eksistensi itu hanyalah yang ditangkap oleh indera, mimpi itu ditangkap oleh indera, tetapi mereka katakan bahwa itu bukan kehidupan yang nyata. Mimpi yang ditangkap oleh indera mereka katakan bukan keberadaan yang nyata, sedangkan aqal yang abstrak mereka percayai adanya. Apa yang ditangkap oleh indera memang belum tentu eksis. Apa yang abstrak bukan berarti tidak ada.

Jika mereka tahu bahwa setiap yang ditangkap oleh indera itu belum tentu nyata, maka mengapa mereka masih percaya bahwa kehidupan dunia ini adalah nyata? Jika mereka tahu bahwa segala yang abstrak itu bukan berarti tidak ada, mengapa mereka tidak percaya dengan yang ghaib?

Sekulerisme adalah paham yang diciptakan Yahudi untuk melawan Tuhan yang mereka anggap telah tidak berpihak kepada mereka. Tuhan, telah menjadikan Nabi yang terakhir dari bangsa non-Yahudi. Tuhan telah menyiksa mereka karena mereka memang durhaka terhadap Tuhan. Lalu mereka marah kepada Tuhan karena Tuhan tak lagi berpihak kepada mereka? Sungguh kaum yang melampaui batas.

Dari para pemikir sekuler itulah lahir pemahaman bahwa agama yang ada di setiap zaman itu sesungguhnya hanyalah ciptaan manusia, bukan wahyu dari Tuhan. Karena Tuhan itu tidak ada. Tuhan hanyalah bagian dari agama yang juga diciptakan oleh pemikiran manusia. Tuhan tidak lain daripada sosok manusia yang sempurna yang perlu dicontoh. Mereka menganggap bahwa manusia bisa menjadi Tuhan jika manusia berlatih untuk menjadi bijaksana, adil, kasih-sayang, sabar, pemaaf, dsb.

Mereka beranggapan, bahwa agama lahir untuk menciptakan manusia-manusia yang sempurna batinnya. Maka, tidaklah masalah agama yang dianut. Selama agama itu mengajarkan dan melatih pemeluknya untuk berbuat kebajikan dan cinta kasih, maka agama itu baik dan benar.

Bagi mereka, kebenaran tidak ditentukan oleh Tuhan, karena Tuhan itu tidak ada. Tidak ada kebenaran tunggal dalam paham ini. Mereka berkata bahwa Yusman Roy yang mengajarkan shalat dwi bahasa itu benar, karena tujuannya baik, agar manusia mempelajari dan memahami makna sholat. Tetapi sesungguhnya di balik itu ada agenda masonic untuk menghancurkan tatanan Islam dan meleburnya dalam tatanan dunia baru yang mereka impikan untuk menyombongkan diri di hadapan Tuhan.

Mereka berkata bahwa MUI tidak berhaq memvonis Yusman Roy bersalah. Mereka menganggap bahwa MUI telah mengangkat diri sebagai Tuhan. Lalu bagaimana dengan mereka yang mengatakan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh Tuhan, tetapi oleh masing-masing pribadi? Paham ini mengajarkan bahwa semua manusia adalah tuhan bagi dirinya sendiri. Sehingga pluralitas akan semakin nyata. Maka pluralisme, yang mengajarkan bahwa semua agama dan semua “tuhan” itu benar, sangat diperlukan agar tuhan yang satu tidak bertengkar dengan tuhan yang lain.

Tetapi para masonic yakin bahwa pluralisme tidak akan pernah melahirkan kedamaian dan keteraturan. Justeru kehancuran dan kebobrokan yang nyata akan muncul melalui pluralisme. Karena manusia tidak punya kualitas ketuhanan yang sempurna. Dengan melepaskan diri dari ajaran Tuhan yang haqiqi dan menjadi tuhan sendiri, membuat agama dan aturan sendiri, manusia akan mudah sekali terjatuh kepada hawa nafsu. Hingga mereka akan membenarkan kebejatan dan kebobrokan atas nama cinta palsu dan kebajikan semu.

Di saat manusia telah sangat rusak seperti itulah, Yahudi akan muncul menawarkan sistem mereka yang disebut Tatanan Dunia Baru (New World Order). Saat itu, jangan berharap bahwa Yahudi akan menjunjung tinggi pluralisme dan demokrasi. Mereka akan membantai semua orang yang menentang apa yang menurut mereka benar. Saat itu, mudah saja bagi mereka menghabisi kaum non-Masonic. Karena manusia telah tercerai-berai dalam kepalsuan pluralisme.

Tetapi hal itu, dengan izin Allah, tidak akan terjadi. Karena akan selalu ada para pembela ajaran ahlus sunnah wal jama’ah. Mereka akan terus hadir dan terus berjuang di jalan Allah. Tak lama lagi, Imam Mahdi akan muncul memimpin kita. Maka bersabarlah atas segala fitnah/cobaan ini.


Artikel Terkait:

Racun Orientalis, Sangat Berbahaya Meski Sedikit

Kaum Liberal Beralih ke Isu Multikulturalisme

Kebebasan, Toleransi dan Reduksi Agama

Ulil Abshar: Hukum Tuhan Perlu Ditafsirkan Ulang

Koordinator JIL: “Hadits Nabi tentang Pembaharu adalah Palsu”

Logika Sesat JIL: Manusia Sama Dengan Monyet

Pernyataan Luthfi Assyaukanie Lukai Hati Umat

Dedengkot JIL Hina Rasulullah SAW, Samakan Rasulullah SAW dengan Lia Eden

FUUI Kecam Pernyataan Tokoh JIL

MK Harus Tolak Saksi Ahli Asing dan Atheis