27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Karomah atau Ilmu Kesaktian?

Karomah atau Ilmu Kesaktian?Fiqhislam.com - Kita pastinya tidak asing lagi dengan istilah karomah yang biasanya dikaitkan atau dialamatkan kepada seseorang yang memilki ilmu tertentu, terutama ilmu agama. Lazimnya, karomah adalah bukti paling kuat bahwa seseorang yang diberikan karomah itu berstatus sebagai wali. Ini adalah cara pandang masyarakat pada umumnya.

Artinya, karamah bisa disebut sebagai alat ukur bahwa orang yang bersangkutan, yakni yang disebut memiliki karomah itu, sebagai orang yang benar karena karamah selau dipercaya berasal dari Allah. Bukan dari yang lain.

Di beberapa daerah, terutama yang masih kental dengan unsur kepercayaan Hindu-Budha yang melebur dengan nilai-nilai ajaran Islam, karomah sangat berkaitan erat dengan kesaktian seseorang. Bahkan uniknya, karomah itu sudah menjadi disiplin ilmu tersendiri yang bisa dikaji. Bertentangan memang, mengingat dalam ajaran Islam dinyatakan bahwa karomah tidak lain adalah anugerah yang Allah berikan kepada orang beriman dan bertakwa. Tak u-bahnya seperti hadiah, karomah sejatinya tidak dicari sedemikian rupa, namun ia akan diberikannya kepada orang tersebut seiring dengan pengabdiannya kepada Islam, atas izin Allah.

Dalam nalar pikiran orang-orang yang mempelajari ilmu karomah diyakini bahwa pada diri setiap manusia mempunyai berbagai potensi dan kemampuan diri yang cemerlang. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan ‘membaca tanda-tanda ghaib’. Kemampuan tersebut adalah kemampuan yang berada di alam bawah sadar. Seperti halnya karomah, ia diyakini merupakan hasil dari kemampuan terpendam ma-nusia yang diolah dan dipelajari sedemikian rupa.

Menurut mereka, inti dari proses mendapatkan karomah ini adalah dengan menghadirkan sosok ‘kekuatan ghaib’ dalam diri. Jika dia seorang muslim, maka ‘kekuatan ghaib’ yang dimaksud adalah Allah. Artinya, dia harus ‘menghadirkan’ Allah dalam jiwa dan pikirannya sampai ia merasa bahwa dirinya telah melebur dengan Allah.

Meski hal ini tidak mungkin terjadi dalam bentuk fisik, namun bagi mereka yang mempercayai bahwa karomah bisa didapat dengan proses belajar tertentu, pastinya tidak ragu lagi bahwa meleburnya seseorang bersama Allah adalah cara untuk mendapatkan ka-ramah itu sendiri.

Ini sangat mirip dengan konsep wih-datul wujud atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah manunggaling kawula gusti. Memang tidak ada perbe-daan dalam konsep ini, karena hakikatnya keyakinan tersebut berawal dari konsep-konsep tauhid yang bathil, sebagaimana konsep wihdatul wujud yang dicetuskan oleh al-Hallaj dan Siti Jenar.

Dalam kajian selanjutnya, manusia yang sudah ‘melebur’ bersama Allah, seperti pendekar sakti yang tidak takut pada siapapun karena ia bersama Allah. Ia sadar bahwa kekuatan Allah akan mengalir dalam setiap gerakan tubuh-nya dan dalam aliran darah serta nafas-nya. Ia hanya berfokus pada satu titik, yakni mempertahankan kehadiran Allah dalam dirinya, dan tidak lagi berfokus pada lawan mainnya karena ia yakin musuhnya itu pasti kalah dengan sen-dirinya.

Ilmu-ilmu karomah

Mengingat bahwa karomah diyakini sebagai llmu tersendiri yang bisa didatangkan dari Empu-nya ilmu, yaitu Allah, maka ilmu karomah pun meluas definisi dan bagianbagiannya. Berikut adalah contoh beberapa ilmu karomah men-urut sudut pandang masyarakat umum:

Tenaga Dalam

Ilmu ini kadang dinamakan sebagai ilmu kanuragan, inner power, atau bio elektrik. Tenaga dalam adalah ilmu yang sebenarnya ada dalam setiap diri manusia dan ia tersimpan di bawah titik kesadaran manusia. Ia akan muncul jika manusia itu mengkaji dan mendalaminya.

Manfaat dari adanya tenaga dalam ini adalah untuk beladiri, menyembuh-kan suatu penyakit, pagar badan (ber-jaga-jaga dari serangan luar) dan lain sebagainya. Bicara soal tenaga dalam, sebenarnya para ‘ahli’ sekalipun masih menganggapnya misteri alias tidak mampu memetakan bagaimana cara kerja tenaga dalam pada tubuh manusia. Namun dari mereka banyak menyimpulkan bahwa tenaga dalam itu erat kaitannya dengan ‘ilmu bathin’ yang tentunya juga diperlukan ‘alat bantu ghaib’ yang berbeda dengan materi kasat mata.

Pukulan Maut

Kadang orang menyebutnya Ilmu Jurus Badar, Ilmu Dzul Fiqar (merujuk kepada nama pedang Rasulullah yang diberikan kepada Sahabat Ali), Ilmu Hizbul Barqi, atau Ilmu Pukulan Halilintar. Beragam nama itu merujuk pada satu konsep bahwa jenis ilmu ini merupakan perluasan dari ilmu tenaga dalam yang lebih berwujud fisik.

Mungkin kita pernah mendengar beberapa kisah orang yang mampu mengalahkan lawannya, bahkan hingga mati, hanya dengan satu pukulan saja. Ya, kisah ini mungkin benar jika yang bersangkutan mendalami ilmu pukulan maut ini. Biasanya jenis ilmu ini banyak dipelajari di berbagai perguruan silat, terutama persilatan tradisional. Ada juga beberapa ‘pelajar’ yang berasal dari luar pondok, seperti orang-orang awam yang biasanya punya po-sisi rawan, contohnya preman atau petugas keamanan.

Halimunan

Jenis ilmu ini kadang disebut ilmu hilang karena berfungsi menyembunyikan diri secara raga dari penglihatan musuh. Ilmu Halimunan dimanfaatkan bagi orang yang dikejar-kejar oleh seseorang atau kelompok orang yang berniat jahat. Dengan ilmu ini, orang yang mengamalkannya akan terbebas dari niat jahat itu. Misal, dia akan terbebas dari ilmu pelet, santet, atau penerawangan orang lain dari jarak jauh karena dirinya sudah tertutupi oleh ilmu halimun sehingga orang lain tidak bisa menembus dirinya.

Kaca Benggala

Yang satu ini kadang pula disebut sebagai Ilmu Terawang, maksudnya ilmu ini digunakan untuk menerawang seseorang atau sesuatu. Sangat dibutuhkan bagi orang yang sedang dalam kondisi bingung ketika menghadapi masalah. Yang mendalami Ilmu Kaca Benggala ini dengan sendirinya akan mampu melihat seseorang atau sesuatu dari jarak jauh dan bahkan mampu menerka kronologis suatu peristiwa dari masa lampau hingga yang akan datang.

Rawatan Limpas Bayang

Adapun ilmu ini sering disebut de-ngan teknik pengobatan jarak jauh. Hampir di seluruh perguruan tenaga dalam mengajarkan ilmu ini. Menurut ahli kebathilan, konsep ilmu rawatan limpas bayang ini ‘diperkuat’ dengan adanya dalil dari al-Qur’an yang ber-bunyi; “Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa pada kejadiannya, ia berkata : Siapakah yang menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah : “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin: 78-79)

Terjemahan ayat ini mengandung pesan bahwa Allah mampu menghidupkan segala sesuatu yang tak pernah terpikir oleh manusia, sekalipun manusia adalah makhluk berpikir. Tulang belulang yang hancur lebur, amat mudah bagi Allah untuk menyatukan dan menghidupkannya kembali. Dari sini kemudian para ‘ahli’ mengkaji bahwa ayat tersebut bisa dijadikan sarana untuk melahirkan Ilmu Rawatan Limpas Bayang.

Sebenarnya, cukup banyak nama-nama jenis ilmu yang berkaitan dengan karomah. Sebut saja seperti Brajamusti, Saifi Angin, Hizib Inti Bumi, Hizib Nabi Sulaiman, Rawarontek, Pengasihan atau Pelet, dan lain sebagainya. Masing-masing dari jenis ilmu ini memiliki keunggulan tersendiri. Namun begitu, biasanya ilmu-ilmu tersebut menuntut beberapa hal seperti rutinitas melakukan amalan, pembayaran atau sering dinamai mahar dan pula ijazah (izin men-transfer ilmu).

Majalahummatie