fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

TKW Hong Kong: Pernik-pernik Dakwah di Tengah Sejuta Masalah

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/bmi-tkw-hong-kong.jpg&h=235&w=355&zc=1

VOA-islam.com - PAHLAWAN devisa adalah sebutan yang tidak asing lagi bagi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Di Hong Kong, TKW asal Indonesia itu lebih dikenal dengan BMI (Buruh Migran Indonesia). Apakah sebutan “pahwalan devisa” yang disandang tersebut sebanding dengan pengorbanan para BMI? Mari kita telusuri lebih dalam pernak-pernik kehidupan BMI. Lebih dari 100.000 wanita Indonesia mengadu nasib ke Hong Kong. Mereka berasal dari beberapa kota di tanah air. Wanita-wanita yang umumnya lugu tersebut datang ke Hong Kong dengan semangat dan tekad yang tinggi. Mereka  mengorbankan kenyamanan di negaranya demi menggapai kehidupan yang lebih baik. Mereka adalah wanita-wanita mandiri yang sebenarnya punya rasa gengsi yang besar, enggan berpangku tangan pada negaranya yang tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

Namun kenyataannya masih banyak warga Indonesia yang meremehkan profesi BMI, sembari menutup mata semangat, tekad dan kemandirian para BMI. Ini memang sangat berbeda dengan buruh migran asal Filipina, yang rata-rata lulusan D-3.

BMI berangkat ke negara tujuan melalui agen penyalur jasa tenaga kerja yang ditunjuk oleh pemerintah. Bagi BMI tujuan Hong Kong diharuskan membayar HKD 21.000,dengan cara memotong gaji BMI beberapa bulan. Sungguh, jumlah yang tidak sedikit, pengorbanan yang butuh kesabaran dan ketabahan. Belum lagi banyaknya sikap meremehkan dari beberapa oknum penyalur tenaga kerja.

... di Hong Kong, tidak sedikit BMI yang mengalami degradasi moral. Jika  tidak kuat iman, pasti para BMI itu akan terlibas budaya Hong Kong yang tentunya jauh berbeda dengan budaya Indonesia...

SEJUTA PROBLEM BMI HONG KONG

Setelah tiba di Hong Kong, tidak sedikit BMI yang mengalami degradasi moral, shock dengan perbedaan kultur, tradisi dan budaya. Masa-masa seperti ini terkadang membuat BMI mengalami pergeseran gaya hidup. Jika  tidak kuat iman dan tak diimbangi dengan pergaulan sehat, pelan namun pasti para BMI itu akan terlibas budaya Hong Kong. Mereka akan terseret budaya Hong Kong yang tentunya jauh berbeda dengan budaya Indonesia.

Telah banyak di temukan fakta di lapangan, ketika di tanah airnya, wanita-wanita BMI itu sungguh santun dan lugu, tapi setelah kerja di  luar negeri  menjadi wanita super gaul, funky. Lingkungan yang telah membentuknya, hal ini akan membuat sebagian pihak menjustifikasi BMI Hong Kong murahan, padahal faktanya tidak begitu, hanya ulah beberapa oknum saja, tapi mayoritas BMI kan kena getahnya.

... Beberapa permasalahan yang menimpa BMI di Hong Kong, di antaranya adalah Narkoba, freesex, lesbi, pemurtadan...

Beberapa permasalahan yang menimpa BMI di Hong Kong, di antaranya adalah Narkoba, freesex, lesbi, pemurtadan. Banyak di temui di lapangan, BMI yang kecanduan narkoba, terjerumus free sex, dan mengidap kelainan lesbian. Tidak dapat dipungkiri pula suburnya arus pemurtadan yang dilakukan secara samar oleh para misionaris salibis.

Lesbi adalah virus yang menyebarnya cukup gampang, terbukti dengan banyaknya BMI yang awalnya terkungkung dengan pergaulan pelaku lesbi, kemudian menjadi bagian dari lesbianisme.

Pelaku lesbi tidak dapat dihakimi dengan melihat satu sisi saja, karena berdasarkan wawancara dengan para pelaku lesbi tersebut, ada masalah-masalah miris sebagai penyebabnya, di antaranya karena trauma terhadap kaum Adam. Ada yang mengatakan bahwa memilih dunia lesbi sebagai pelarian kepenatan melalui hari-hari panjang terkekang sang majikan.

Jika diselami secara dalam, tidak mudah menjawab pertanyaan apakah wabah lesbi yang melanda BMI Hong Kong ini penyakit atau bukan? Secara pribadi, penulis ragu menjawabnya, karena pada dasarnya mereka normal dengan naluri kewanitaan yang sempurnya. Lilitan problemlatika yang amat berat, membuat mereka terseret menjadi lesbi, sedangkan saat berusaha mencari pelarian masalah, mereka salah jalan.

...pada dasarnya mereka normal dengan naluri kewanitaan yang sempurnya. Lilitan problemlatika yang amat berat, membuat mereka terseret menjadi lesbi, sedangkan saat berusaha mencari pelarian masalah, mereka salah jalan...

Mereka tidak layak dibenci dan dijauhi, karena mereka menjadi tanggungjawab dakwah bagi kita. Tugas kita bukan memberinya hidayah, namun membagi ilmu yang kita punya dengan tujuan menunjukkan cara mendapat hidayah, karena hidayah itu mahal, butuh kerja keras mengejarnya, bukan datang dengan sendirinya. Kita yang harus mengarahkan agar mereka mendatangi Allah, mengemis pertolongan dalam menjemput pintu taubat.

Pendakwah perlu berjuang lebih giat lagi untuk menolong saudara-saudaranya yang salah langkah.

PERAN ISLAM BAGI BMI HONG KONG

Ditengah kepungan berbagai problem di negeri orang, ada fakta yang layak mendapatkan acungan jempol. Di tengah himpitan gaya hidup westernisasi, masih bertebaran hamba-hamba Allah yang teguh dengan Islam. Di sela waktu kerjanya mereka aktif dengan kegiatan-kegiatan Islam, antara lain membentuk jamaah yang mengkaji ilmu-ilmu agama dan beberapa kegiatan lainnya.

... Di tengah himpitan gaya hidup westernisasi, masih bertebaran hamba-hamba Allah yang teguh dengan Islam. Di sela waktu kerjanya mereka aktif membentuk jamaah pengajian ilmu-ilmu agama...

Peran dakwah Islam di Hong Kong tidak dapat diremehkan, karena telah banyak orang-orang Islam Indonesia “terislamkan” di Hong Kong, maksudnya mengenal Islam dengan benar setelah di Hong Kong karena mengikuti kegiatan-kegiatan yang di bentuk rekan-rekan BMI.

Demikianlah sekelumit gambaran BMI. Walau digembar-gemborkan sebagai pahlawan devisa, pada kenyataannya  pemerintah banyak menyisakan permasalahan warganya, BMI yang menghadapi permasalahan memilih shelter yang di kelola labour daripada menyelesaikan masalahnya pada pejabat RI di konsulat. Faktanya sebutan pahlawan devisa cuma bualan saja. [yuliana/voa-islam.com]