fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Ramadhan 1442  |  Rabu 14 April 2021

Sekilas Tentang Kitab Riyadhus Shalihin

Fiqhislam.com -  Allah swt telah mengutus Rasul-Nya Muhammad saw dengan membawa petunjuk dan menurunkan Alquran kepadanya untuk dapat menjadi pedoman hidup umat hingga ke hari akhirat serta memberikan tafsir Alquran dengan Alquran tersebut dan sebagian lainnya ddngan sunnah Rasulullah saw, baik berupa ucapan atau perbuatan ataupun taqriran (ketetapan) sebagai penjelas Alquran dan penunjuk makna-maknanya.

Demikian juga para sahabat Rasulullah telah menghafal, mempelajari dan menulis Alquran dan as- Sunnah, sedangkan Allah swt telah telah menjamin otentisitasnya dan juga menjadikan banyak orang yang menjaga Alquran dan memperhatikan sunnah sejak masa Rasulullah saw sampai sekarang hingga hari kiamat nanti.

Dengan taufik dari Allah swt, sunnah Rasullah saw menjadi pusat perhatian para ulama di setiap masa dan tempat sehingga sempurnalah penjagaan, taqyiid dan penulisannya dalam kitab musnad, shihah, sunan dan mu’jam-mu’jam. Di antara para ulama yang memberikan perannya dalam menjaga dan menulis As Sunnah adalah Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) yang termasuk dalam jajaran ulama besar di abad ke-7 hijriah. Beliau memiliki hasil karya yang banyak dan bermanfaat dalam pembahasan yang beraneka ragam. Karya-karya beliau telah mendapatkan pujian dan sanjungan besar dari para ulama sehingga mereka mempelajari, mengambil faedah dan menukil ke dalam karya-karya mereka. tersebut.

Di antara karya-karya beliau yang paling terkenal dan tersebar di semua kalangan adalah kitab “Riyadhush Shalihin”, hal itu terjadi karena dua hal. Pertama, isi kandungannya memuat bimbingan yang dapat menata dan menumbuhkan jiwa serta melahirkan satu kekuatan besar untuk beribadah yang menjadi tujuan penciptaan manusia itu sendiri. Yang demikian itu karena kitab ini, pada umumnya meliputi Targhib dan Tarhib dan kebutuhan seorang muslim dalam perkara agama, dunia dan akhiratnya. Kitab ini adalah kitab tarbiyah (pembinaan) yang baik yang menyentuh aneka ragam aspek kehidupan individual (pribadi) dan sosial kemasyarakatan dengan uslub (cara pemaparan) yang mudah, jelas gampang dapat dapat dipahami oleh semua kalangan, baik terpelajar ataupun orang awam.

Materi kitab ini terdiri dari hadits hadits yang dikutip penulisnya dari kitab-kitab sunnah terpercaya seperti Shahih al-Bukhariy, Muslim, Abu Daud, An Nasaa’i, At Tirmidziy, Ibnu Majah dan lain-lainnya. Beliau berjanji tidak memasukkan ke dalam bukunya ini selain dari hadits-hadits yang shahih, sehingga di dalamnya tidak terdapat hadits yang lemah menurut beliau.

Kedua, tingginya kedudukan ilmiah yang dimiliki pengarang Riyadhush Shalihin ini di kalangan para ulama zamannya karena keluasan ilmu, kedalaman pemahaman beliau, terutama dalam bidang fiqh dan sunnah Rasuullah saw.

Kitab Riyadhush Shalihin ini memiliki keistimewaan yang tidak ditemukan dalam  kitab sunnah lainnya, dapat menjadi bekal dan pelita bagi orang yang mengambil petunjuk. Hal inilah yang menjadi sebab mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan ulama sehingga mereka memberikan syarah, komentar dan mengajarkannya di halaqah-halaqah pendidikan mereka.

Tidak dapat dipungkiri, kitab ini termasuk kitab yang paling banyak tersebar dan mendapat kedudukan yang tinggi di semua kalangan, Hal ini dibuktikan dengan penggunaannya yang meluas, sehingga hampir semua mesjid menggunakannya sebagai pegangan dalam pengajian jum’atan, sesudah ataupun sebelum shalat Jum’at.

Imam Nawawi memberikan keistimewaan dalam tertib dan pembuatan bab pembahasan, beliau membagi kitab ini ke dalam beberapa kitab dan setiap kitab dibagi menjadi beberapa bab. Bab inilah yang kemudiannya menjadi judul bagi sekelompok hadits yang menunjukkan satu permasalahan khusus.

Kitab ini terdiri dari 17 kitab, 265 bab dan 1897 hadits, beliau membuka mayoritas babnya dengan menyebut ayat-ayat dari Al Quran yang sesuai dengan pembahasan hadits yang ada, lalu membuat tertib dan bab yang saling berhubungan, sehingga kitab ini dinilai amat sistimatis pada zamannya, sebagaimana diungkapkan dalam Muqaddimah Syarhir Riyadhish Shalihin Karya: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan oleh: Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayaar. Demikianlah keistimewaan kitab ini sehingga sudah selayaknya mendapatkan perhatian dari setiap muslim yang ingin membina dirinya menuju kepada takwa. Wallahu a’lamu bish-shawaab.

Oleh Prof. Dr. Tgk. Muslim Ibrahim, MA. adalah Ketua Umum MPU Aceh