fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Takdir Terdapat di Ujung Usaha Manusia

Takdir memang ada di tangan Tuhan, Allah SWT. Namun, keputusan Allah itu tergantung sejauh mana manusia berusaha, karena takdir itu terdapat di ujung usaha manusia. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum (diri) bila kaum (diri) tersebut tidak mau mengubahnya. Seringkali ketika kita berusaha, kita menemui aral melintang dan kesulitan, maka kita menganggap itu sebagai ketidakberhasilan usaha.

Padahal, siapa yang tahu bahwa di balik kesulitan-kesulitan itu Allah menyiapkan suatu rencana yang besar untuk hidup dan kehidupan kita, rencana yang sebenarnya kita tuju dan ingin kita capai. Siapa yang tahu rencana Allah? Kesulitan-kesulitan itu bisa jadi hanya untuk menguji komitmen kita, kesungguhan kita untuk meraih apa yang menjadi harapan, bukan untuk mematikannya.

Dari kesulitan-kesulitan itu, Allah mengajarkan arti keberhasilan yang paripurna ketika berhasil meraihnya. Tanpa merasakan kesulitan sebelumnya, mungkin kita kurang menghargai dan mensyukuri apa-apa yang berhasil kita capai, karena terkadang kemudahan itu melenakan hati.

Berusahalah untuk tetap berprasangka baik atas segala ketetapanNya, karena Allah tidak menghitung berapa kali kita jatuh, tapi berapa kali kita bangkit, bangkit, dan bangkit lagi, meski jiwa dan raga merasa lelah dan seakan tak mampu berdiri.

Takdir terdapat di ujung usaha manusia, tergantung bagaimana kita memaknainya. Oleh karena itu, mari kita luruskan niat, bulatkan tekad, dan optimalkan ikhtiar agar dapat menjalani hidup ini sesuai dengan ketetapanNya. Hasil akhir dari semua itu kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT.

Lalu, sudahkah kita pasrah akan ketetapanNya?

Penulis : Pretty Kurnia
www.kotasantri.com