pustaka.png.orig
basmalah.png


3 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 13 Juni 2021

Perempuan-pun Menjadi Pemandu Haji

http://3.bp.blogspot.com/_ITWI9nTWaek/Sc9efCAFqkI/AAAAAAAAHkM/eGiZ3Bs2CFk/s400/Picture+Files+BBB+435.jpgTabu itu sudah tak ada lagi. Mulai tahun ini, arabnews melaporkan, bahwa gadis Saudi pun boleh menjadi pemandu haji.

Puluhan gadis dilaporkan telah diperbantukan untuk menjadi pemandu haji di Matbakh Bani Ghalib, sebuah perusahaan katering khusus yang melayani makanan untuk jamaah haji.

Walaupun perusahaan katering, perusahaan ini tadinya hanya memperkerjakan laki-laki saja. Sekarang ini, perusahaan tersebut memiliki 108 perempuan yang mengatur soal makanan dan panduan lainnya untuk para jamaah haji dari Amerika dan Eropa di kamp-kamp di Mina. Mereka bekerja di bawah pengawasan Bani Ghalib. Gadis-gadis itu digambarkan sangat sigap dan sopan dalam bekerja.

Berbicara kepada arabnews, Haseena Abdul Sabah mengatakan ia terang-terangan ingin melanggar tabu bahwa gadis-gadis tidak bisa bekerja pada pekerjaan tertentu. "Saya kira jika diberi kesempatan yang adil, perempuan Saudi bisa mengerjakan pekerjaan apapun dan melaksanakan tugas mereka dengan tanggung jawab dan ketulusan, sama dengan para pria," kata Sabah.

Gadis-gadis ini bekerja berjam-jam dan tidak mengeluh tentang kondisi pekerjaan mereka. Mereka mengaku bahwa dengan melakukan pekerjaan itu, mereka mengharapkan bukan hanya sekadar materi, tapi juga untuk imbalan surgawi.

"Ketika kami bergabung, kami sedikit gugup karena harus berinteraksi dengan para jamaah haji laki-laki, tetapi kemudian kami menyadari bahwa mereka adalah tamu Allah, dan kami memiliki tugas untuk melayani mereka. Kami belum pernah menghadapi perilaku tidak senonoh atau insiden buruk selama pekerjaan kami," tambah Sabah.

Sabah adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarganya dan mengurus ayahnya yang tua dan sakit.

"Bagi ayah saya, saya adalah 'anak laki-lakinya'. Dia mendukung saya karena ia sudah tua dan lemah tanpa sumber penghasilan," kata Sabah.

Salah satu rekannya memiliki alasan lain ketika mengambil pekerjaan itu. "Saya butuh uang saya sendiri untuk menjalani hidup yang saya inginkan. Tepatnya, saya tidak suka meminta bantuan kepada ayah atau saudara saya. Jadi saya bergabung dengan pekerjaan ini," kata Zainab Syams Al-Naher. "Kami mendapatkan 1000 real selama tujuh hari kerja yang bukan merupakan transaksi yang buruk," tambahnya.

"Saya tidak berpikir tentang melanggar tabu atau menjadi pemberontak. Saya ingin menggambarkan bagaimana orang menemukan cara untuk menelusuri beberapa tradisi. Perempuan muda selalu ingin menjadi modern, bergaya, sama seperti perempuan lainnya di mana-mana. Saya tidak mencoba untuk memicu kontroversi," kata Al-Naher. "Ini profesi yang alami terbuka untuk perempuan."

sa/arabnews/eramuslim.com