14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Patutkah Keledai menjadi Kuda?

http://1.bp.blogspot.com/_ahJ8e5U6Cr8/SqTmPlhgBMI/AAAAAAAAAMA/DwVdZOMgpkU/s200/cute-donkey-vector-illustratio-thumb5078901.jpgSecara pandangan lahiriah, maka kuda lebih superior dibandingkan keledai....

Kuda dapat berlari kencang, gagah dipandang mata dan membuat pasukan lawan berdegup kencang atas iringan derap langkah kuda dalam peperangan....

Sebaliknya keledai seakan menjadi tiada arti.... beban yang lebih berat mampu dia pikul dengan penuh kesyukuran.... sementara kuda tak mungkin memikul beban seperti dibebankan kepada keledai.

ringkihan suara kuda demikian penuh wibawa.... sementara ringkihan suara keledai selalu saja dijadikan anekdot tuk memojokkan suatu kondisi....

Duh..... alangkah hebatnya jika aku jadi kuda.... renung sang keledai ketika merenungi nasibnya. Seakan kemampuannya membawa beban yang lebih berat bukanlah suatu "nilai lebih" jika dibandingkan dengan kuda.

Tapi patutkan keledai menjadi kuda?....

Ternyata pertanyaan seperti itu sama "hakikat" nya dengan pertanyaan kibayanist berikut ini :

1. Patutkah kaum muslimin menjadi "kapitalist"..... sebab kaum kapitalis begitu bergelimangan menumpuk harta dibanding kaum muslimin.... sementara kaum muslimin harus merelakan hartanya sebagaian habis tuk kehidupan akheratnya

2. Patutkah kaum muslimin menjadi "sekularis".... sebab kaum sekular begitu digjaya kedudukan dunyawiyahnya dibanding kaum muslimin.... sementara kaum muslimin harus merelakan keduniawiyahannya untuk dihabiskan sebagai bekal di kehidupan setelah kamatiannya

dan berbagai pertanyaan lainnya yang dipicu oleh inferioritas kaum muslimin jika dipandang dalam segi lahiriah semata....

Hingga suatu ketika "sang keledai" mimpi menjadi kuda.... Dalam mimpinya dia tetaplah sesosok keledai yang mampu memikul beban begitu berat, tapi sekaligus juga mampu berlari kencang dengan gagahnya seibarat kuda-kuda perang....

hingga dari mimpi itu tumbuhlah "hasrat" .... AKU HARUS JADI KELEDAI BERTENAGA KUDA....

aku tak perlu berubah menjadi kuda.... tapi dengan bertenaga kuda... aku mampu mengalahkan superioritas kuda....  aku mampu membawa beban lebih berat tapi lariku tak kalah dengan kuda yang kepayahan jika dibebani diluar kemammpuan lahiriahnya.....

Slogan-slogan sang keledai nan penuh semangat itu.... kedengaran pula oleh kibayanist....

Maka sontak saja kibayanist.... berdiri tegap dengan membusungkan dada maka dijawablah pertanyaan-pertanyaannya dia atas tadi dengan lantangnya....

1. Aku tak perlu jadi "kapitalis"..... sebab dengan menjadi muslim-pun aku tetap dapat menumpuk harta lebih besar dibanding kaum kapitalist... tapi sekaligus digunakan untuk kepentinganku di kehidupan akhirat nanti..... Hamdulillah...

2. Aku tak perlu jadi "sekularis".... sebab dengan tetap menjadi muslim-pun aku  bisa berusaha lebih digjaya di dunia ini seraya tidak melupakanku tuk digjaya pula di akhirat nanti.....

maka bersujud syukur-lah kibayanist atas limpahan karunia Illahi yang awalnya dia nafikan....

Kaum kapitalis menjadi berlimpah-ruah kekayaannya... semata-mata karena "wadah" di dalam jiwanya hanyalah ditujukan untuk dipenuhi harta melimpah tak terperi... pendek kata wadah jiwa kaum kapitalist diisi 100% untuk menampun keuntungan harta semata.... maka tak heran mereka lebih bergelimang harta dibanding kaum muslimin.

Kaum sekularis begitu digjaya kedudukannya di mata dunia.... semata-mata karena �wadah" dalam jiwanya hanyalah ditujukan untuk meraup kenikmatan dunya semata.... maka tak mengherankan hidupnya bergelimangan nikmat duniawiyah semata.... pendek kata wadah jiwa kaum sekularis 100% hanyalah berisikan kenikmatan dunyawiyah semata....

Kemudian bandingkan dengan wadah jiwa kibayanist....

Demi menjadi Muslim tapi bergelimang harta kapitalist..... maka wadah jiwanya dia tingkat volumenya menjadi 200%.... 100% gelimangan harta duniawi... dan lagi 100% bekalan ukhrawi.... Unggulah kini seorang muslim yang berkinerja kapitalist..... hamdallah

Demi menjadi muslim berkarakter sekularis.... maka ditempuhlah "capacity building".... hingga wadah jiwanya bervolume 200%.... 100% tuk diisi kenikmatan dunyawi... 100% lagi tuk kenikmatan ukhrowi.... Unggullah kini jadinya jika seorang muslim bertenaga sekularis....

Raihlah kenikmatan dunya seakan-akan hendak hidup selamanya.... dan raih pulalah peribadahan yang ikhlas seakan akan akan mati esok lusa tuk merambah alam ukhrowi....

Maka bersujud syukurlah Kibayanist karenanya... setelah mengetahui nikmatnya tetap menjadi muslim tapi bisa berkinerja selayaknya kaum kapitalis dan sekularis..... Hamdallah....

endang sobarudin | kabayanist.cybermq.com