14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Lima Kebodohan Barat Yang Diyakini Tentang Islam

http://2.bp.blogspot.com/_UI4yTDij8sg/SVgY3rudReI/AAAAAAAAAYk/oFZEHktGFIE/S1600-R/American+Muslim.jpgAda beberapa miskonsepsi tentang Islam yang perlu untuk diluruskan, antara lain:

1. Jika kau seorang Muslim, maka kau harus memakai burqa.

Bagi jutaan orang di Barat, ketika menyebut "Islam", citra mental pertama yang muncul di pikiran adalah seorang wanita yang tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki dalam sebuah burqa. Tapi sebenarnya, berpikir bahwa semua wanita Muslim harus berpakaian seperti sangat tertutup sama dengan berpikir bahwa semua perempuan Kristen harus berpakaian seperti salah satu dari sekte kecil Kristen.

Sebagai contoh, di Perancis terdapat tiga juta perempuan Muslim. Di antara mereka, hanya 367 orang yang memakai burqa atau niqab. Bukan 367.000 tapi 367.

Ya, memang ada negara-negara Timur Tengah di mana burqa diwajibkan oleh hukum dan jika digabungkan negara-negara itu hanya memiliki kurang dari 5% dari total Muslim dunia. Sebenarnya lebih banyak negara-negara Muslim yang melarang pemakaian burqa daripada yang mengharuskannya. Mereka bisa melakukan itu karena burqa tidak diwajibkan dalam Islam tapi lebih kepada sebuah kebudayaan, tergantung pada di mana kau tinggal dan siapa yang berkuasa.

2. Bapak Pendiri Bangsa Amerika tidak akan pernah menoleransi omong kosong Muslim ini!

Sebenarnya, meskipun mereka adalah penganut taat Kristen, banyak dari bapak pendiri bangsa yang mengagumi Islam. Thomas Jefferson, misalnya, mempelajari bahasa Arab dari Al-Qur'an miliknya dan menyelenggarakan buka puasa bersama pertama di Gedung Putih saat bulan Ramadhan.

John Adams memuji Nabi Muhammad sebagai salah satu pencari kebenaran terhebat. Bahkan George Washington sendiri menyambut kaum Muslim untuk bekerja bersamanya di Mount Vernon.

3. Muslim sama dengan Arab

Banyak orang Amerika yang berasumsi bahwa orang-orang Timur Tengah non-Yahudi adalah Muslim dan bahwa sebagian besar Muslim tinggal di Timur Tengah.

Sebenarnya, hanya sekitar 20% dari populasi Muslim di seluruh dunia yang keturunan Arab atau Afrika Utara. Sebagai perbandingan, 22% dari populasi Kristen global adalah Afrika, tapi ketika seseorang mengatakan "Kristen", kita tidak segera menggambarkan seorang pria dari Afrika. Menyamakan Muslim dengan Arab adalah logika yang serupa.

Sementara Barat mengasosiasikan Islam dengan Timur Tengah, 61.9% kaum Muslim – alias mayoritas dari mereka – tidak tinggal di Timur Tengah samasekali. Sebagian besar Muslim tinggal di kawasan Asia Pasifik, Indonesia sendiri menjadi rumah bagi lebih dari 200 juta Muslim dan India memiliki setengah milyar Muslim.

Begitu juga ketika Barat berpikir bahwa semua orang Arab adalah Muslim. Sekitar 10% dari populasi Arab di dunia beragama Kristen (itu lebih dari 14 juta jiwa).

4. Kebudayaan Barat jauh lebih manusiawi daripada kaum Muslim yang haus darah.

Bahkan sebelum semua hal tentang terorisme, Islam memiliki reputasi di Barat untuk kekerasan. Sebagian darinya berkaitan dengan bagaimana Islam tiba-tiba ada di semua tempat. Misalnya, ketika Hindu membutuhkan waktu 1.000 tahun untuk menyebar melalui India dan Kristen memerlukan 400 tahun untuk berubah dari kultus yang teraniaya menjadi agama negara dari Kekaisaran Roma, Islam berubah dari pencerahan seorang pria menjadi kekuatan agama dan politik dominan di Timur Tengah dan Afrika Utara dalam waktu 100 tahun. Sehingga banyak orang yang menyimpulkan bahwa agama itu menyebar demikian cepat dengan satu alasan: Pedang. Langkah logis berikutnya dari sudut pandang ini adalah bahwa kaum Muslim pasti penakluk yang barbar dan penuh kekerasan.

Tapi sebenarnya, Nabi Muhammad meletakkan beberapa aturan perang yang cukup progresif, antara lain: Dilarang membunuh wanita, anak-anak atau orang tak bersalah yang termasuk pertapa, biksu atau pemimpin agama lainnya yang dianggap warga sipil; dilarang membunuh ternak atau hewan lainnya; dilarang membakar atau menghancurkan pepohonan dan kebun buah-buahan; dan dilarang menghancurkan sumur-sumur.

5. Islam terjebak di abad kegelapan

Banyak Muslim modern yang melihat ruang untuk interpretasi di dalam Al-Qur'an. Bahkan, 45% dari Muslim Amerika dalam sebuah jajak pendapat mengatakan bahwa mereka melihat evolusi sebagai penjelasan terbaik untuk asal-usul kehidupan manusia di Bumi.

Kaum Muslim juga memiliki catatan sejarah yang mengagumkan. Ilmu pengetahuan dan matematika tidak akan ada tanpa Islam. Abad Keemasan Islam menyebabkan revolusi di setiap bidang pikiran manusia ketika mereka menemukan aljabar dan mengembangkan segalanya mulai dari geografi dan eksplorasi seni, arsitektur, filosofi, pembangunan urban, medis, dan kesehatan.

rin/it/suaramedia.com