fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

An Everlasting Smile

An Everlasting SmileSeorang artis dan komedian bernama Phyllis Diller pernah berkata “A smile is a curve that sets everything straight”. Begitu kuatnya pengaruh sebuah senyuman sehingga mampu merubah segala hal yang susah menjadi terasa mudah dan indah. Senyum pula yang mampu merubah suasana menjadi cair dan hangat karena senyuman adalah awal mula untuk memulai tertawa.

Tak mudah memang untuk melontarkan sebuah senyuman, terlebih di saat suasana hati tengah gundah dan gelisah. Seringkali disaat yang tidak nyaman atau ditengah masalah kita tak mampu atau berhati-hati untuk melontarkan senyuman karena bisa jadi akan merubah intepretasi orang lain terhadap arti senyuman itu sendiri (terkesan menghina atau membuat “GR”), terkadang karena terlalu beratnya kita memikirkan pemasalahan yang dihadapi maka kita tak sempat lagi untuk tersenyum bakan sama sekali tidak terfikirkan.

Bahwa “Segala yang berasal dari hati akan kembali ke hati”, senyuman yang bersumber dari hati akan mudah ditangkap oleh hati yang melihatnya. Secara psikologis tidak jarang energi dari senyuman itu akan mampu menggetarkan hati dan memberikan semangat baru bagi yang menerima senyuman. Seorang penulis bernama William Arthur Ward pernah berkata bahwa “A warm smile is the universal language of kindness,”

Senyum Adalah Ibadah

Semua manusia punya hak yang sama untuk memberi dalam rangka beribadah, namun terkadang disaat kita tak memiliki apapun untuk diberikan kepada sesama maka senyuman itu adalah satu-satunya yang kita miliki dan dapat diberikan kapanpun kita mau.

Pada dasarnya setiap manusia selalu bereaksi atas sebuah aksi dengan pola yang sama, jika seseorang melontarkan senyuman maka akan direspon pula oleh senyuman kembali dan begitu pula sebaliknya.Maka dengan kita tersenyum akan membuat orang lain menjadi tersenyum, senyum itu murah-meriah dan selalu indah namun bernilai ibadah.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh.” (HR. Tirmidzi) 

Senyum Adalah Lapangan Pekerjaan

Dari masa ke masa bahkan disemua belahan bumi manapun, seseorang yang mampu membuat orang lain tersenyum atau bahkan tertawa selalu dapat diterima dengan baik oleh lingkungannya karena “a smile is the universal welcome”. Di Indonesia sendiri  menjadi komedian adalah sebuah lapangan pekerjaan atau batu loncatan yang baik untuk menjadi artis film, penyanyi, bintang iklan, presenter, bahkan menjadi wakil rakyat. Seperti tidak ada matinya, selalu saja ada bintang baru di dunia komedi, bahkan jika ia profesional akan menjadi legenda sendiri di masanya.

Entah karena hiruk pikuknya bangsa Indonesia saat ini yang selalu didera oleh masalah dan musibah sehingga menjadikan para komedian dengan begitu mudahnya diterima oleh masyarakat, tapi satu hal yang pasti bahwa sudah menjadi hukum alam jika seseorang yang mampu membuat orang lain tersenyum dengan cara tepat akan mampu beradaptasi dengan baik dilingkungannya serta mampu membuka pintu rizki baginya.

Senyum Untuk Merubah Penampilan

Tidak peduli apakah seseorang itu cantik/tampan, di saat ia bermuka masam maka ia sama sekali tidak indah dipandang mata. Jika kita mengamati pada setiap hasil pemotretan individu manusia, baik yang tercetak ataupun yang di“share” pada berbagai media jejaring sosial, hasil potret yang enak untuk dipandang adalah gambar yang menampilkan senyuman sang model. Seindah apapun paras wajahmu, sebagus apapun pakaianmu, dan bagaimanapun kondisi fisikmu, senyum adalah cara termurah untuk merubah penampilan.

The world always looks brighter from behind a smile, maka tersenyumlah untuk memulai harimu. Buatlah dirimu nyaman dengan berbagai keadaan/situasi lingkungan dengan senyuman seakan-akan engkau berada didalam rumahmu sendiri, karena senyuman adalah cahaya di jendela wajahmu yang menjelaskan pada semua orang bahwa engkau nyaman serasa berada di dalam rumah sendiri.

Menangkanlah hidup dan duniamu karena “Smilers never lose and frowners never win” –Frente-

penulis165.esq-news.com