19 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 25 Oktober 2021

basmalah.png

Hipnosis & Hipnotis dalam Perspektif Islam

Hipnosis & Hipnotis dalam Perspektif Islam Hipnosis adalah kegiatan memanfaatkan komunikasi ke pikiran bawah sadar manusia dengan sugesti. Pelakunya disebut hipnotis (hypnotist). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Hipnosis: keadaan seperti tidur karena sugesti yang pada taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yg memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali. Hipnotis: membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis.

Hipnosis berasal dari kata “hypnos”,  nama dewa tidur orang Yunani Kuno. Kata “hypnosis” pertama kali diperkenalkan seorang dokter Inggris , James Braid  (1795 – 1860). Dalam dunia psikologi dan medis, hipnosis merupakan salah satu teknik untuk kepentingan terapi atau penyembuhan, terutama untuk  mengurangi rasa sakit dan cemas.

Hipnosis dikelompokkan ke dalam dua kategori: klasik dan modern. Hipnosis klasik itu menyelami dan mempengaruhi pikiran orang secara mistis, klenik, dan syirik dalam pandangan Islam, misalnya sesajian, membakar kemenyan, ramu-ramuan tertentu, dan lainnya guna mendatangkan bantuan jin.

Hipnotis modern adalah dengan mengoptimalkan fungsi otak kanan dan kiri.

Menurut para ahli, otak kiri fokus kerjanya masalah logika. Otak kanan berhubungan dengan perasaan dan seni. Biasa dimanfaatkan oleh para hipnoterapi –penyembuhan dengan hipnosis.

Hipnosis klasik jelas haram. Hipnosis modern boleh, selama dalam praktiknya tidak mengandung unsur haram, mistis, atau syirik, termasuk ideologi, perasaan, dan tradisi non-Islam.

Hipnosis klasik termasuk kategori perdukunan. Lembaga Fatwa Saudi, Lajnah Daimah, pernah mengeluarkan fatwa:

“Hipnosis adalah termasuk jenis tenung (sihir) dengan menggunakan jin… Menggunakan hipnosis dan menjadikannya cara untuk mengetahui tempat barang yang dicuri atau barang yang hilang, atau penyembuhan penyakit, atau melakukan pekerjaan tertentu dengan perantaraan orang yang dihipnosis adalah tidak boleh, bahkan termasuk syirik… juga ini termasuk bergantung kepada selain Allah” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 1/348).

Jika kira ragu, apakah sebuah hipnoterapi menggunakan jin atau tidak, maka sebaiknya jauhi saja, demi keselamatan akidah dan agama. Hendaknya kita menggunakan cara-cara yang syar’i atau jelas halal yang tidak meragukan dalam pengobatan. Wallahu a’lam.

Pusdai.com | zonaislam.net