12 Safar 1443  |  Senin 20 September 2021

basmalah.png

Sukses Adalah Hak Saya (6): Pendidikan, Karir dan Bertumbuh

Prinsip Utama 15: Pendidikan, Karir dan Bertumbuh (Education, Career and Personal Growth)

Sukses Adalah Hak Saya (6): Pendidikan, Karir dan Bertumbuh"Allah menganugerahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)," (QS.Al-Baqarah: 269).

Pendidikan (Education)

”Apakah saya menggunakan kemampuan mental saya untuk membuat sejarah, atau apakah saya menggunakannya untuk merekam sejarah yang dibuat oleh orang lain?” (David J. Schwartz).

Kita mungkin pernah mendengar banyak kisah orang yang kaya mendadak, namun dalam waktu beberapa tahun kembali menjadi miskin mendadak. Ibaratnya, orang ini banyak uang, tapi bodoh dalam mengelolanya. Atau banyak juga kisah seorang pengusaha yang usahanya meledak, namun tiba-tiba usahanya satu persatu rontok. Ketika usahanya masih kecil, maka skill yang ia gunakan adalah skill seorang sales. Namun ketika usahanya besar, ia bukan lagi berdagang, tetapi ia harus membangun sebuah sistem bisnis. Jadi, kalau saya pelajari, para usahawan yang gagal itu tidak berusaha membangun sistem ketika usahanya besar. Bahkan ada seorang pengusaha ketika usahanya sudah besar pun, masih saja mempekerjakanseorang lulusan SMA sebagai seorang General Manager.

Sebenarnya, orang yang semakin kaya perlu menambah pendidikan lebih banyak. Jangan sampai merasa cukup dengan ilmu yang telah kita dapat. Salah satu pendidikan pertama yang penting adalah pendidikan finansial. Banyak orang kaya baru yang bingung dengan melimpahnya uang yang ia miliki. Lalu ditanamlah ke sebuah investasi yang salah. Akhirnya uangnya lama-lama habis.

Selain itu seseorang yang baru menjadi orang kaya harus memiliki pendidikan emosi. Hal ini penting karena banyak orang kaya yang akhirnya jatuh ke tangan penipu karena sangat emosional diiming-imingi keuntungan dua kali lipat setiap tahunnya. Ada satu lagi yang harus dimiliki ketika seseorang menjadi orang kaya baru, yaitu pendidikan agama dan spiritual. Banyak orang yang menjadi kaya namun akhirnya ia lupa kepada Allah. Seperti kisah Tsa’labah, yang ketika masih miskin minta didoakan oleh Rasulullah Saw. agar usahanya berkembang, tetapi setelah menjadi orang kaya ia malah ingkar dan mangkir dari membayar zakat.

Sayangnya, pendidikan di Indonesia pada saat ini hanya mengajarkan kemampuan teknis dan fokusnya adalah lulus dalam ujian nasional, sehingga tidak heran banyak siswa memandang sekolah sebagai penjara. Kemampuan-kemampuan soft-skill jarang atau bahkan tidak diperkenalkan dalam pendidikan formal kita. Padahal orang yang memiliki soft-skill itulah yang bisa survive dan sukses dalam dunia karir.

Sebenarnya manusia itu unik. Setiap orang berbeda dari yang lain. Artinya, tidak bisa semua siswa diajarkan matematika. Menurut Howard Gardner4 , pakar psikologi dari Universitas Havard, manusia memiliki multiple intelligence, atau kecerdasan majemuk, yang setiap orang berbeda-beda kadar kecerdasannya. Bill Gates, orang terkaya di dunia, drop-out dari Harvard Business School. Tapi sejak masa belianya, Bill Gates sudah tergila-gila dengan komputer. Orang tuanya membiarkan Bill Gates dengan dunianya dan mendukung serta mengarahkannya. Sekarang kita tahu, siapa Bill Gates. Begitu pula dengan pe-golf nomor 1 di dunia, Tiger Wood. Sejak kecil Tiger sudah mengetahui apa keinginannya dan ia berlatih keras selama bertahun-tahun. Dan di usia 22 tahun Tiger Wood telah menjelma menjadi pe-golf terbaik di dunia. Ternyata, anak-anak yang telah menemukan peta suksesnya sejak dini, di kemudian hari menjadi lebih sukses dibanding mereka yang bingung mencari-cari apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Di Indonesia ada seorang bocah berusia 10 tahun, Kevin Suherman namanya. Sempat Kevin kecil dicela di sekolahnya karena dianggap “bodoh” oleh guru-gurunya. Kesenangannya hanya bermain, dan salah satu yang paling disenanginya bermain piano. Ayahnya, Suherman, melihat kelebihan anaknya ini. Maka, dibelikanlah Kevin piano terbaik dan dicarikan guru piano terbaik yang mengajarinya bermain piano dua jam sepulang sekolah. Beberapa tahun kemudian, Kevin muncul di televisi, masuk rekor MURI karena mampu memainkan dan menggubah 50 komposisi musik klasik karya-karya komposer besar seperti Mozart, Chopan dan Bach tanpa melihat partitur. Kevin pun diundang bermain piano di beberapa negara karena kepiawaiannya. Bahkan Pemerintah Australia memberinya bea siswa untuk bersekolah di sana. Kejelian orang tua menemukan bakat-bakat dan kecerdasan anak-anak mereka turut mempercepat jalur sukses mereka.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya," (QS Al-Alaq:1-5 ).

Karir (Career)

Setiap orang pasti menginginkan karir yang cemerlang di tempatnya bekerja. Posisi-posisi penting menjadi incaran sejumlah orang. Dengan karir yang cemerlang, seseorang akan merasa puas akan hidupnya. Namun karir yang cemerlang belum tentu membuat orang bisa bahagia. Contohnya, salah satu petinggi di perusahaan mobil Korea, Hyundai malah bunuh diri ketika ia berada di puncak karirnya. Karena itu, karir harus didasari dengan nilai-nilai spiritual.

Orang yang sukses sudah menyiapkan karinya sejak dini. Mereka yang sukses dalam karirnya umumnya sudah memiliki visi akan karirnya. Setelah itu biasanya seseorang yang sukses dalam karirnya adalah orang-orang yang fokus sejak awal. Salah satu upaya untuk fokus adalah dengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan karir yang akan dipilihnya. Seseorang yang bercita-cita untuk berkarir menjadi seorang ahli komputer, hendaknya perlu membaca buku-buku yang berkaitan dengan komputer. Targetnya adalah tiga buku dalam satu minggu. Jika dalam satu minggu ia berhasil membaca tiga buku maka dalam satu tahun, ia bisa menguasai 144 buku, dan dalam 10 tahun 1.440 buku. Pada saat itu orang seperti ini sudah layak untuk dikatakan sebagai seorang ahli komputer, selain jam terbang yang ia miliki.

Bayangkan, untuk menyelesaikan studi S3 saja, seorang calon doktor ‘hanya’ wajib membaca 40 buku referensi di bidang yang akan ditulisnya Sementara Anda yang terbiasa dalam seminggu membaca 3 buku keahlian khusus yang ingin Anda dalami, telah menamatkan 1.440 buku. Pada saat itu Anda akan termasuk kelompok 1 % manusia yang ahli di bidangnya. Uang? Lupakan! Uang akan mengejar Anda karena keahlian yang Anda miliki.

Ketika seseorang sudah sukses karirnya dengan menjadi pakar dibidang tertentu, maka janganlah merasa cukup. Kembangkan terus ilmu Anda sesuai perkembangan ilmu pengetahuan. Jangan sampai keahlian Anda menjadi ketinggalan zaman ketika Anda tidak meng-update lagi perkembangan ilmu pengetahuan yang seharusnya Anda dalami. Sebagai contoh, ada ahli statistik di tahun 1980, namun karena tidak meng-up-date ilmu yang dimilikinya, ia akhirnya tidak bisa menguasai ilmu statitstik yang berkembang di tahun 2000.

Selain itu, seseorang perlu memiliki keseimbangan antara karir di dunia dan di akhirat. Ketika seseorang menduduki jabatan penting di perusahaan, dan jabatan itu sebagai puncak karirnya, hendaknya jabatan itu memberikan manfaat bagi orang banyak. Jangan sampai ketika berada di puncak karir, kita justru menzhalimi orang lain. Mungkin kita bisa belajar dari nabi kita, Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah seorang kepala negara di Jazirah Arab pada waktu itu, setelah penaklukkan Mekah. Ketika beliau menjadi seorang kepala negara, banyak orang yang mendapatkan manfaat. Berbeda dengan Fir’aun, Hitler, atau Stalin, dimana pada saat mereka berkuasa banyak orang yang kehilangan jiwa dan raganya.

Bertumbuh (Personal Growth)

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia beruntung. Barang siapa hari ini sama seperti hari kemarin maka ia telah merugi. Dan barang siapa hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia celaka,” (Hadis Nabi Saw.).

Kata-kata bijak diatas mengingatkan kita betapa pentingnya peningkatan dalam kehidupan karena sesungguhnya dalam setiap detik terjadi perubahan. Hanya orang-orang yang lalai dalam hidupnya saja yang idak berubah. Sesungguhnya hanya orang-orang yang siap menerima perubahan dalam hidup ini yang akan menjadi pemenang.

“Tidak ada yang tetap dalam kehidupan ini kecuali perubahan itu sendir,” (Filosof).

Bertumbuh dari waktu ke waktu adalah suatu keharusan. Pertanyaannya, bertumbuh dalam hal apa? Kalau Anda ingin berbahagia di dunia dan di akhirat, maka tidak bisa tidak, Anda harus bertumbuh menjadi lebih baik dan sempurna dalam enam bidang kehidupan yang saya sebut dengan wheel of life atau roda kehidupan. Keenam bidang itu adalah :

1. Yang berhubungan antara kita dengan pencipta (Allah) yaitu "spiritual" dan antara kita dengan diri kita, serta dengan orang lain "emosional", saya menyebutnya ESQ.

2. Yang berhubungan antara tubuh, jasad dan kesehatan kita, yang saya sebut physical and health:

3. Yang berhubungan dengan harta, kekayaan & sesuatu yang paling banyak dikejar manusia, yaitu uang atau finansial

4. Pentingnya pendidikan, karir dan bertumbuh adalah kebutuhan manusia, saya menyebutnya Eduaction, Career and Perosnal Growth

5. Keberadaan kita di masyarakat, apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat dimana kita berada, saya sebut sebagai Social Contribution

6. Bersenang-senang, rekreasi, keluarga dan rumah tangga harmonis (SAMARA – Sakinah, Mawaddah dan Rahmah), saya menyebutnya Leisure, Family, Home

Dari waktu ke waktu, perbaikilah dan tingkatkanlah keenam bidang ini. Insya Allah apabila bidang-bidang itu terpenuhi – tidak harus dalam persentasi yang sama – maka Anda akan merasakan keseimbangan dan kebahagiaan dalam hidup, dan doa yang setiap hari Anda baca (Rabbana’atina fi iddunya hasanah wafi l’akhirati hasanah wa qiinaa adza bannar) akan menjadi kenyataan.

Tumbuhlah secara perlahan-lahan. Lakukanlah hal yang ingin Anda kuasai sedikit-demi sedikit, setiap hari. Dengan berubah 1 derajat per hari, dalam satu tahun menjadai 365 derajat. Dan pada saat itu, Anda pun akan terheran-heran dengan hasil yang Anda capai!

Oleh Valentino Dinsi
eramuslim.com